PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Dharmagita in the religious and social life of Hindus is a form of offering sound art as a form of offering. Dharmagita is always present in Hindu religious ceremonies in Tegallalang District, giving the impression that the dharmagita accompanies the yajña. This research aims to examine the use of dharmagita in the yajña ceremony in Tegallalang sub-district, Gianyar district, and to discover the elements of Hindu philosophy contained in dharmagita. In general, this research aims to explore and provide a clear understanding of dharmagita and its use in yajña ceremony in Tegallalang District, Gianyar Regency, Hindu philosophy studies. This research uses three theories, functional structural theory, religious theory, and symbol theory to examine the dharmagita problem in Tegallalang district. This research is qualitative research with a phenomenological approach, which took the research location in the tegallalang sub-district, because it is seen from the phenomenon of socio-religious life in communities located in the transition area between sub-district and rural areas. The data sources in this research use primary data sources and secondary data sources. The results of this research confirm that dharmagita is a form of sound art offered to God in the yajña ceremony, including the god yajña, butha yajña, manusa yajña, pitra yajña, and rsi yajña ceremonies. Hindu philosophy in the dharmagita includes tattwa teachings which emphasize the divine aspect and have implications for increasing the sraddha and bhakti of the people in the yajña ritual.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan dharmagita dalam upacara yajña di Kecamatan Tegallalang merupakan pengejawantahan dari sikap berketuhanan.Dharmagita merupakan jenis sastra yang memiliki eksistensi sebagai konvensi sastra, bahasa, dan budaya, serta berperan penting dalam ritual yajña.Temuan penelitian menunjukkan bahwa dharmagita adalah cara umat Hindu di Tegallalang mengekspresikan keyakinan dan penghormatan mereka kepada Tuhan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai variasi kidung dan pupuh yang digunakan dalam berbagai jenis upacara yajña di Tegallalang, serta menganalisis bagaimana variasi tersebut mencerminkan perbedaan filosofi dan tujuan upacara. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peran dharmagita dalam memperkuat identitas sosial dan spiritual masyarakat Tegallalang, khususnya di kalangan generasi muda, dengan mengidentifikasi strategi pelestarian dan revitalisasi yang efektif. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penggunaan dharmagita di Tegallalang dengan daerah lain di Bali atau Indonesia, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan praktik, serta implikasinya terhadap pemahaman yang lebih luas tentang peran dharmagita dalam tradisi Hindu.

Read online
File size263.46 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test