PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduEra modernisasi membawa tantangan signifikan terhadap nilai-nilai etika dan karakter, menegaskan urgensi penguatan pendidikan karakter. Filsafat Hindu, khususnya konsep Tri Guna, menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam relevansi dan potensi penerapan nilai-nilai Tri Guna (Sattwa, Rajas, Tamas) sebagai landasan filosofis dalam penguatan pendidikan karakter Hindu di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, menganalisis berbagai sumber literatur primer dan sekunder secara deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tri Guna secara efektif memetakan dinamika sifat dasar manusia dan memberikan panduan untuk pengembangan karakter. Pengelolaan yang seimbang antara Sattwa (kebaikan/kejernihan), Rajas (aktivitas/gairah), dan Tamas (kegelapan/kemalasan) teridentifikasi sebagai kunci untuk membangun integritas, ketahanan moral, dan kemampuan adaptasi individu dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern. Disimpulkan bahwa konsep Tri Guna memiliki relevansi kuat dan nilai strategis sebagai dasar penguatan pendidikan karakter di era modern, yang berkontribusi pada pembentukan generasi yang berkarakter unggul, seimbang, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Berdasarkan analisis literatur yang dilakukan, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep Tri Guna (Sattwa, Rajas, Tamas) dalam Hindu memiliki relevansi kuat dan dapat menjadi landasan filosofis yang efektif untuk memperkuat pendidikan karakter di era modernisasi.Temuan penelitian menunjukkan pemahaman mendalam tentang tiga sifat dasar manusia, yaitu Sattwa sebagai perwakilan kebaikan dan kejernihan, Rajas sebagai dinamika dan gairah, serta Tamas sebagai kegelapan dan kemalasan.Hal ini memberikan kerangka untuk memahami dan membentuk karakter manusia dalam menghadapi tantangan modern, seperti potensi degradasi moral dan individualisme.Pengelolaan yang seimbang dari Tri Guna dengan memprioritaskan pengembangan sifat Sattwa, mengarahkan Rajas ke arah yang produktif dan etis, serta mengendalikan atau meminimalkan pengaruh Tamas terbukti menjadi kunci untuk membentuk individu yang memiliki integritas, adaptif, dan mampu menjaga harmoni internal dan sosial.Nilai-nilai Tri Guna tidak hanya menawarkan panduan untuk pengembangan diri pribadi, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter unggul yang dibutuhkan oleh masyarakat modern, sejalan dengan tujuan pendidikan karakter holistik yang berbasis nilai-nilai luhur.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada implementasi praktis konsep Tri Guna dalam pendidikan karakter. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi konkret untuk mengintegrasikan ajaran Tri Guna dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk karakter siswa. Selain itu, penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran Tri Guna dalam mengimbangi dampak negatif modernisasi, seperti degradasi moral dan individualisme, serta mengidentifikasi strategi untuk memperkuat nilai-nilai Tri Guna dalam masyarakat modern. Terakhir, studi komparatif antara ajaran Tri Guna dengan konsep-konsep karakter dari tradisi agama lain dapat memberikan perspektif yang lebih luas dan membantu mengembangkan pendekatan pendidikan karakter yang inklusif dan efektif.
| File size | 263.18 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
SERAMBISERAMBI Penelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai moderasi beragama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka dari perspektif manajemen pendidikan. DenganPenelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai moderasi beragama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka dari perspektif manajemen pendidikan. Dengan
IAINSORONGIAINSORONG Berdasarkan pemaparan secara detail di atas, dapat disimpulkan bahwa Hukum Islam menjadi bagian integral sistem hukum Indonesia, berwujud dalam fikih,Berdasarkan pemaparan secara detail di atas, dapat disimpulkan bahwa Hukum Islam menjadi bagian integral sistem hukum Indonesia, berwujud dalam fikih,
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 33 guru. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan validitas teruji, yangMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 33 guru. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan validitas teruji, yang
UNUJAUNUJA Ketiga strategi ini tidak hanya mendukung keberlanjutan finansial lembaga, tetapi juga memperkuat dimensi akademik, spiritual, dan karakter santri secaraKetiga strategi ini tidak hanya mendukung keberlanjutan finansial lembaga, tetapi juga memperkuat dimensi akademik, spiritual, dan karakter santri secara
ASIAASIA Intervensi ini difokuskan pada klarifikasi peran dan tanggung jawab Gapoktan dalam proses RDKK. Kegiatan ini berhasil mentransfer pengetahuan tentang sistemIntervensi ini difokuskan pada klarifikasi peran dan tanggung jawab Gapoktan dalam proses RDKK. Kegiatan ini berhasil mentransfer pengetahuan tentang sistem
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Lebih lanjut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana unsur-unsur budaya Melayu selaras dengan prinsip-prinsip negara, sebagaimana diuraikan dalam RukunLebih lanjut, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana unsur-unsur budaya Melayu selaras dengan prinsip-prinsip negara, sebagaimana diuraikan dalam Rukun
UIN MATARAMUIN MATARAM Pembelajaran spiritual yang dapat diterapkan untuk mewujudkan moderasi agama meliputi latihan batin seperti meditasi dan berdoa sebelum melakukan aktivitas;Pembelajaran spiritual yang dapat diterapkan untuk mewujudkan moderasi agama meliputi latihan batin seperti meditasi dan berdoa sebelum melakukan aktivitas;
UTPUTP Dengan memiliki kompetensi multikultural, konselor dapat memahami dan menghargai bias budaya, serta menentukan teknik intervensi yang tepat untuk membantuDengan memiliki kompetensi multikultural, konselor dapat memahami dan menghargai bias budaya, serta menentukan teknik intervensi yang tepat untuk membantu
Useful /
UMLAUMLA Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan langkah fundamental dan prasyarat dalam membangun budaya keselamatan pasien. Studi sebelumnya menunjukkanPelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan langkah fundamental dan prasyarat dalam membangun budaya keselamatan pasien. Studi sebelumnya menunjukkan
IAINSORONGIAINSORONG Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, implementasi nilai-nilai PAI terintegrasi secara efektif melalui pembiasaan ibadah kolektif (salatHasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, implementasi nilai-nilai PAI terintegrasi secara efektif melalui pembiasaan ibadah kolektif (salat
KOMPETIFKOMPETIF Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan promosi terhadap keputusan pembelian pada platform E-Commerce Shopee di Pekanbaru.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi harga dan promosi terhadap keputusan pembelian pada platform E-Commerce Shopee di Pekanbaru.
PENERBITPENERBIT Bentuk penyajian Tari Leko memiliki struktur gerak yang sederhana namun tetap memiliki nilai estetika, dengan ragam gerak yang khas dan karakter yang jelas.Bentuk penyajian Tari Leko memiliki struktur gerak yang sederhana namun tetap memiliki nilai estetika, dengan ragam gerak yang khas dan karakter yang jelas.