UMLAUMLA

Journal of Health CareJournal of Health Care

Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan langkah fundamental dan prasyarat dalam membangun budaya keselamatan pasien. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa hanya 37,4-67% kesalahan medis yang dilaporkan oleh perawat di rumah sakit. Data dari Komite Kualitas rumah sakit mengungkapkan adanya kesenjangan antara laporan kesalahan yang diajukan oleh staf dan yang dicatat oleh Tim Keselamatan Pasien selama periode Januari-Juni 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah insiden yang dilaporkan oleh karyawan tidak mencerminkan jumlah kejadian yang sebenarnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rekomendasi untuk meningkatkan sikap pribadi karyawan terhadap pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (PSIs).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun personal attitude karyawan untuk melaporkan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) berada pada kategori tinggi (89%), pelaporan aktual masih sangat rendah dibandingkan dengan angka realistis rata-rata kunjungan pasien.Analisis regresi menunjukkan bahwa error orientation merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi personal attitude, diikuti perceived behavioural control dan subjective norm.Namun, subjective norm menjadi titik lemah yang perlu diprioritaskan karena belum sepenuhnya kuat membentuk dorongan sosial yang konsisten.Ditemukan pula adanya kesenjangan antara sikap yang tinggi dan perilaku pelaporan yang rendah, yang dipengaruhi oleh faktor sosial-budaya organisasi seperti ketidakkonsistenan dukungan atasan, kekhawatiran stigma, minimnya umpan balik, dan belum terbentuknya budaya diskusi insiden yang rutin, sehingga menurunkan rasa aman psikologis dan membuat staf cenderung tidak melapor secara formal.

Untuk meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien, diperlukan intervensi budaya organisasi yang menyeluruh. Hal ini mencakup penguatan norma sosial, kepemimpinan keselamatan, sistem umpan balik yang cepat, dan kebijakan non-punitif yang konsisten. Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis, di mana staf merasa nyaman untuk melaporkan insiden tanpa takut akan konsekuensi negatif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi budaya organisasi yang efektif, serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara staf dan pimpinan dalam hal pelaporan insiden.

  1. Identifying Predictors of Patient Safety Competency Based on Teamwork and Psychological Safety among... researchsquare.com/article/rs-1050803/v1Identifying Predictors of Patient Safety Competency Based on Teamwork and Psychological Safety among researchsquare article rs 1050803 v1
Read online
File size540.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test