IDID

JAMSIJAMSI

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan kegiatan keagamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai ajang kompetisi, MTQ memiliki fungsi sosial dan dakwah yang sangat penting. Kemeriahan penyelenggaraannya mencerminkan bahwa Islam memiliki keindahan, keistimewaan, serta nilai-nilai luhur yang patut dibanggakan dan dilestarikan melalui penghayatan terhadap kitab suci Al‑Quran. Di tengah perkembangan era digital, tantangan dalam menjaga kedekatan generasi muda semakin nyata, meski membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al‑Quran adalah amal yang sangat mulia, tidak semua generasi mampu mempertahankan motivasi dan konsistensinya tanpa adanya dukungan lingkungan sekitar. Mereka memerlukan bimbingan, pendampingan, dan stimulan yang sistematis agar dapat berkembang. MTQ sebagai sarana strategis dapat mensyiarkan nilai‑nilai Qurani secara kreatif dan inspiratif. Melalui pendampingan yang optimal, MTQ dapat menjadi media motivasi eksternal yang efektif bagi peserta maupun generasi muda yang masih awam. Era digital menuntut pendampingan MTQ dikembangkan dengan pendekatan adaptif, inovatif, dan visioner. Pemanfaatan teknologi, metode pembelajaran modern, serta strategi pendampingan yang relevan dengan perkembangan zaman penting, tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga memiliki wawasan luas dan mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, optimalisasi pendampingan Musabaqah Tilawatil Quran menjadi langkah strategis dalam membina generasi Qurani yang berprestasi, berkarakter, serta visioner menghadapi dinamika era digital.

Optimalisasi pendampingan Musabaqah Tilawatil Quran merupakan langkah strategis penting dalam membentuk generasi Qurani yang berkarakter, kompeten, dan visioner.Pendampingan MTQ tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan kompetitif, tetapi juga sebagai media pembelajaran sosial yang efektif, meningkatkan motivasi belajar Al‑Quran, dan memperkuat karakter religius generasi muda.Pergeseran pendekatan ke arah adaptif, inovatif, dan visioner dapat memperkuat peran MTQ sebagai media dakwah dan pembentukan karakter di era digital.

Berangkat dari pemahaman bahwa pendampingan MTQ perlu adaptif dengan teknologi, peneliti berikutnya bisa meneliti efektivitas platform e‑learning berbasis game dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi peserta MTQ (penelitian kuantitatif eksperimental dengan grup kontrol). Selanjutnya, perlu diteliti pula bagaimana struktur jaringan pendamping dan mentor dapat memfasilitasi transfer pengetahuan dan karakter bagi peserta secara berkelanjutan (penelitian etnografi longitudinal). Terakhir, riset dapat mengeksplorasi pengaruh kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan dalam menciptakan ekosistem pendampingan MTQ yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat nasional (studi komparatif kebijakan).

  1. Optimalisasi Pendampingan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam Upaya Mencetak Generasi Qur’ani... jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2535Optimalisasi Pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan MTQ dalam Upaya Mencetak Generasi QurAoani jamsi jurnal id index php jamsi article view 2535
Read online
File size508.77 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test