PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Pementasan Tari Leko pada upacara Dewa Yajnā di Banjar Tangkup, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, memiliki kekhasan dari segi pementasannya dan keberadaannya sudah cukup langka. Hal tersebut membuat Tari Leko penting untuk diteliti. Penelitian ini membahas alasan dipentaskan Tari Leko pada upacara Dewa Yajnā di Banjar Tangkup dan bentuk pementasan Tari Leko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, serta analisis data menggunakan verstehen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan Tari Leko didasarkan pada dorongan religius masyarakat yang dilandasi perasaan tulus ikhlas (ngayah). Secara mitologi, pementasan Tari Leko diyakini oleh masyarakat Banjar Tangkup merupakan duwe sesuunan di Pura Puseh. Ragam gerak dan struktur penyajian Tari Leko di Banjar Tangkup sangat sederhana, disampaikan dengan gerakan lembut, luwes, dan lentur, terdiri dari bagian panglembar dan pengipuk. Dalam Tari Leko dimunculkan dua karakter, yaitu karakter laki-laki (Natraduwa) dan karakter perempuan (dua bidadari yang menggoda Natraduwa).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Leko dipentaskan pada upacara Dewa Yadnya di Banjar Tangkup karena alasan religius dan sosiobudaya, di mana tari ini dianggap sebagai bagian penting dari tradisi dan identitas masyarakat setempat.Bentuk penyajian Tari Leko memiliki struktur gerak yang sederhana namun tetap memiliki nilai estetika, dengan ragam gerak yang khas dan karakter yang jelas.Pementasan Tari Leko juga melibatkan sesaji sebagai bagian dari ritual keagamaan, yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelancaran acara.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai makna filosofis dari setiap gerakan dalam Tari Leko, serta bagaimana gerakan tersebut merepresentasikan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Banjar Tangkup. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peran Tari Leko dalam memperkuat identitas lokal dan melestarikan warisan budaya Bali di tengah arus globalisasi. Studi komparatif juga dapat dilakukan dengan membandingkan Tari Leko di Banjar Tangkup dengan Tari Leko di daerah lain, untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam struktur, gerakan, dan makna simbolisnya, sehingga dapat memperkaya pemahaman tentang keberagaman seni tari tradisional Bali. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang seni pertunjukan dan budaya, serta menjadi dasar bagi upaya pelestarian dan pengembangan kesenian Tari Leko di masa depan.

Read online
File size303.11 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test