JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam sitrat pada belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) dan belimbing wuluh kering di Desa Oti, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala. Metode analisis yang digunakan adalah titrasi alkalimetri. Sampel yang digunakan berasal dari Desa Oti, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam sitrat pada belimbing wuluh adalah 6,363 %, dan pada belimbing wuluh kering adalah 4,703 %. Penelitian ini menyoroti potensi pemanfaatan belimbing wuluh, buah yang seringkali terbuang karena umur simpan yang pendek, sebagai sumber asam sitrat.

Berdasarkan penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kadar asam sitrat pada belimbing wuluh dan belimbing wuluh kering berturut-turut adalah 6,363 mg/100g dan 4,703 mg/100g.Hasil ini menunjukkan bahwa belimbing wuluh memiliki kadar asam sitrat yang lebih tinggi dibandingkan dengan belimbing wuluh kering.Perbedaan kadar ini disebabkan oleh perubahan komponen kimia selama proses pengeringan.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada optimasi proses pengeringan belimbing wuluh untuk mempertahankan kadar asam sitrat yang tinggi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan asam sitrat dari belimbing wuluh sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti varietas belimbing wuluh, kondisi pertumbuhan, dan metode ekstraksi yang efisien. Pengembangan teknologi fermentasi untuk meningkatkan produksi asam sitrat dari limbah belimbing wuluh juga menjadi arah penelitian yang menjanjikan, sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan mengurangi limbah pertanian.

Read online
File size374.52 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test