WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Kertas kerja ini mengeksplorasi kerangka hukum dan mekanisme penegakan hukum terkait pertambangan ilegal di Indonesia, dengan fokus pada implikasi untuk perlindungan lingkungan dan tanggung jawab kriminal. Studi ini menggunakan pendekatan analisis yuridis normatif untuk meninjau undang-undang yang ada, termasuk UU Pertambangan No. 4 Tahun 2009, UU Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, dan KUHP. Kertas kerja ini menyoroti kelemahan dalam sistem hukum, seperti penegakan hukum yang lemah, denda yang tidak memadai, dan tantangan yang ditimbulkan oleh korupsi di tingkat otoritas lokal. Penelitian ini juga mengevaluasi konsekuensi sosial dan lingkungan dari pertambangan ilegal, termasuk deforestasi, polusi, dan eksploitasi masyarakat lokal. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kerangka hukum yang komprehensif, efektivitas mekanisme penegakannya tetap tidak memadai. Berdasarkan analisis, kertas kerja ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat penegakan hukum, meningkatkan sanksi, melawan korupsi, dan mendukung alternatif mata pencaharian bagi masyarakat yang terdampak pertambangan ilegal.

Masalah pertambangan ilegal di Indonesia masih terus mengancam keberlanjutan lingkungan dan ekonomi nasional akibat interaksi kompleks antara faktor hukum, sosial, dan lingkungan.Meskipun Indonesia memiliki kerangka hukum yang komprehensif, penegakannya masih tidak memadai, terutama karena lemahnya penegakan hukum, korupsi, dan ketidakseimbangan sanksi.Degradasi lingkungan, termasuk deforestasi, polusi air, dan kehilangan keanekaragaman hayati, membahayakan ekosistem Indonesia.Selain itu, aktivitas pertambangan ilegal memperparah kemiskinan dan eksploitasi tenaga kerja di masyarakat lokal.Untuk mengatasi ini, Indonesia perlu memperkuat mekanisme penegakan hukum, menerapkan sanksi yang lebih tegas, melawan korupsi, serta menyediakan alternatif penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak.

Untuk mengatasi tantangan pertambangan ilegal, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek. Pertama, pengembangan teknologi pemantauan real-time berbasis satelit atau drone untuk mempercepat deteksi aktivitas ilegal di wilayah terpencil. Kedua, studi tentang peran pendidikan lingkungan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif pertambangan ilegal. Ketiga, analisis kerja sama internasional dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama untuk mengatasi eksploitasi sumber daya yang melibatkan perusahaan transnasional. Pendekatan ini dapat mengintegrasikan inovasi teknologi, edukasi lokal, dan kerja sama global untuk menciptakan solusi berkelanjutan.

  1. Article Detail - International Journal of Advanced Research. article detail journal advanced research... doi.org/10.21474/ijar01/16235Article Detail International Journal of Advanced Research article detail journal advanced research doi 10 21474 ijar01 16235
Read online
File size376.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test