IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Pengelolaan potensi desa berbasis kearifan lokal adalah salah satu hal yang penting guna membantu dalam menunjang perekonomian masyarakat. Pengabdian ini mengulas tentang sumber daya alam lokal yang ada di Dusun Tejong. Dusun Tejong adalah salah satu dusun yang terletak di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu permasalahan masyarakat di Dusun Tejong adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi sumber daya alam lokal di sekitar mereka yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya tambahan untuk membantu perekonomian masyarakat. Dusun Tejong memiliki banyak sumber daya alam terutama dari sektor pertanian seperti jagung, tembakau dan padi dll. Adapun tujuan dalam kegiatan ini ialah untuk mengetahui bentuk pengelolaan potensi desa (daun kelor) yang dilakukan oleh perempuan di Dusun Tejong. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan tahapan Participatory Rural Apricial kepada perempuan yang mengelola daun kelor sebagai bahan makanan olahan (kerupuk daun kelor). Daun kelor diolah menjadi makanan olahan kerupuk daun kelor untuk meningkatkan perekonomian perempuan di Dusun Tejong.

Perempuan diharapkan mampu untuk berkontribusi pada pembangunan.Untuk perempuan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam dirinya sehingga perempuan tidak lagi terjerat dengan iming-iming sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).Itulah kenapa pemberdayaan perempuan harus dilakukan sebagai jalan untuk meningkatkan kebernilai perempuan.Potensi desa sebagai salah satu sumber daya yang dikembangkan sebagai nilai tambah pada ekonomi perempuan desa dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desa.Dengan pemberdayaan ini perempuan desa memiliki nilai tawar dalam menjalankan usahanya dan peningkatan kepercayaan diri bagi perempuan.Untuk itu diperlukan adanya kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh desa supaya perempuan-perempuan desa bisa semakin berkembang sesuai dengan potensi desa dan potensi yang dimiliki.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman dan dampak positif dari pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan potensi desa berbasis kearifan lokal. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha kerupuk daun kelor, termasuk aspek pemasaran, manajemen keuangan, dan akses terhadap modal usaha. Hal ini penting untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam memastikan keberlangsungan usaha dan meningkatkan pendapatan perempuan di Dusun Tejong. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi diversifikasi produk olahan daun kelor, seperti minuman herbal, kosmetik alami, atau pupuk organik. Dengan mengembangkan berbagai produk turunan, nilai tambah daun kelor dapat ditingkatkan, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Ketiga, penelitian dapat mengkaji peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi kerupuk daun kelor, misalnya melalui penggunaan mesin pengering atau alat pengemas modern. Penerapan teknologi yang tepat dapat membantu mengurangi biaya produksi, meningkatkan daya saing produk, dan memperluas jangkauan pasar.

Read online
File size831.31 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test