IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

UMKM memiliki peran krusial sebagai pilar ekonomi di pedesaan Indonesia, menumbuhkan jiwa wirausaha, mendorong inovasi lokal, dan mendistribusikan kemakmuran secara merata. Di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, UMKM merupakan sumber penghidupan utama di luar pertanian, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan pasar, kurangnya pengetahuan manajemen, dan minimnya diversifikasi produk. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan pelaksanaan program KKN Bina Desa Universitas Hamzanwadi yang berfokus pada pemberdayaan UMKM di Desa Jeruk Manis, serta menganalisis efektivitas program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi. Program KKN ini mencakup tahapan sosialisasi, survei dan pengumpulan data lapangan, pengolahan data, validasi masyarakat, penyusunan laporan akhir, dan publikasi hasil. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembuatan label produk, peta lokasi usaha di Google Maps, pendampingan pengelolaan media sosial, dan pembuatan alat pembayaran digital (QRIS). Program ini berhasil meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal, meskipun keberlanjutan program bergantung pada komitmen semua pihak.

Program pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh kelompok KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Jeruk Manis menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di luar sektor pertanian.Desa Jeruk Manis memiliki potensi besar dari segi kekayaan alam, budaya, serta produk pertanian dan kerajinan, namun pemanfaatannya belum optimal.Keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program pemberdayaan UMKM, termasuk peran serta aktif masyarakat dan dukungan pemerintah daerah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang inovatif dan berkelanjutan bagi UMKM di desa-desa lain dengan karakteristik serupa, dengan mempertimbangkan potensi sumber daya lokal dan tren pasar yang berkembang. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar bagi UMKM, misalnya melalui pengembangan platform e-commerce atau aplikasi mobile yang terintegrasi dengan sistem pembayaran digital. Dengan demikian, UMKM dapat lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan meningkatkan daya saingnya di era digital.

Read online
File size483.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test