NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE
Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive HealthGriya Widya: Journal of Sexual and Reproductive HealthLatar Belakang: Penelitian kuantitatif deskriptif ini menganalisis data sekunder dari layanan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Konseling dan Pengujian Sukarela (VCT) di Klinik Griya ASA, PKBI Semarang, dari Juli 2013 hingga Maret 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja layanan dan menilai efektivitas program penjangkauan dan rujukan dalam mengendalikan penularan IMS dan HIV di antara populasi kunci. Metode: Data diperoleh dari laporan bulanan IMS dan VCT, termasuk catatan layanan individu dan statistik populasi pekerja seks wanita (PSW) di Argorejo (SK). Analisis deskriptif diterapkan menggunakan tabel frekuensi dan diagram visual untuk memeriksa tren layanan, karakteristik demografis, dan penemuan kasus. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kunjungan klinik untuk layanan IMS dan VCT tetap rendah, terutama di antara klien non-PSW. Hanya 0,9% klien VCT yang positif HIV, dan 25% klien IMS yang dites positif. Jangkauan layanan di antara PSW Argorejo mencapai 14,43% untuk IMS dan 51,5% untuk VCT. Implikasi: Temuan ini menunjukkan perlunya memperkuat penjangkauan, rujukan, dan kolaborasi lintas sektor, serta mengintegrasikan sistem data seperti SIHA dan CMIS. Penelitian ini memberikan bukti dasar untuk meningkatkan kinerja layanan HIV dan IMS berbasis masyarakat dalam pengaturan klinis lokal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kunjungan layanan IMS dan VCT di Klinik Griya ASA selama periode Juli 2013–Maret 2014 masih tergolong rendah, dengan partisipasi kelompok risiko non-WPS yang hampir tidak terlihat.Temuan pasien HIV positif pada layanan VCT juga rendah, sejalan dengan sedikitnya jumlah kunjungan.Untuk meningkatkan efektivitas layanan, diperlukan perluasan dan penguatan kegiatan penjangkauan serta pendampingan bagi kelompok berisiko tinggi, serta integrasi sistem data SIHA dan CMIS untuk pemantauan yang lebih akurat.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efektivitas layanan IMS dan VCT. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang menghambat akses layanan bagi kelompok risiko tinggi non-WPS, seperti pelanggan WPS, LSL, dan pasangan berisiko, dengan menggunakan metode kualitatif untuk menggali perspektif mereka. Kedua, studi intervensi berbasis komunitas yang melibatkan kader kesehatan atau tokoh masyarakat dapat dirancang untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memfasilitasi akses layanan bagi populasi yang kurang terjangkau. Ketiga, penelitian evaluatif perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi promosi dan rujukan layanan, termasuk penggunaan media sosial, aplikasi seluler, atau pendekatan sebaya, dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan deteksi kasus IMS dan HIV. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi perumusan kebijakan dan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan inklusif.
- Changes in the HIV continuum of care following expanded access to HIV testing and treatment in Indonesia:... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0239041Changes in the HIV continuum of care following expanded access to HIV testing and treatment in Indonesia journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0239041
- Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Program VCT (Voluntary Counselling And Testing): A Literature Review... doi.org/10.33846/sf11404Faktor Penghambat dalam Pelaksanaan Program VCT Voluntary Counselling And Testing A Literature Review doi 10 33846 sf11404
| File size | 299.97 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Elemen-elemen matematis ini erat kaitannya dengan nilai filosofis Bugis seperti sipakalebbi, sipakaraja, sipakatau, dan sipakainge, yang menekankan rasaElemen-elemen matematis ini erat kaitannya dengan nilai filosofis Bugis seperti sipakalebbi, sipakaraja, sipakatau, dan sipakainge, yang menekankan rasa
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Remaja seringkali mengandalkan orang tua, guru, dan teman sebaya sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi. Namun, pengaruh mereka terhadap perilakuRemaja seringkali mengandalkan orang tua, guru, dan teman sebaya sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi. Namun, pengaruh mereka terhadap perilaku
UMSUMS Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development berdasarkan model Borg & Gall, yang berakhir dengan uji coba produk akhir melibatkan 25Penelitian ini menggunakan metodologi Research and Development berdasarkan model Borg & Gall, yang berakhir dengan uji coba produk akhir melibatkan 25
UMSUMS Studi ini mengeksplorasi konsep simetri geometris yang tertanam dalam aktivitas ritual pernikahan Hindu. Pendekatan etnografi deskriptif berbasis komunitasStudi ini mengeksplorasi konsep simetri geometris yang tertanam dalam aktivitas ritual pernikahan Hindu. Pendekatan etnografi deskriptif berbasis komunitas
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Latar belakang: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menyajikan temuan-temuan ilmiah terkini yang menjelaskan hubungan antara prostatitis kronis danLatar belakang: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menyajikan temuan-temuan ilmiah terkini yang menjelaskan hubungan antara prostatitis kronis dan
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Studi ini secara konsisten menunjukkan cara kerja melatonin dan potensi manfaatnya, menawarkan wawasan luas tanpa batasan ketat. Hasil: Melatonin beroperasiStudi ini secara konsisten menunjukkan cara kerja melatonin dan potensi manfaatnya, menawarkan wawasan luas tanpa batasan ketat. Hasil: Melatonin beroperasi
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual terjadi dalam bentuk pencabulan dan pemerkosaan,Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual terjadi dalam bentuk pencabulan dan pemerkosaan,
UNIBAUNIBA Ada faktor-faktor yang diduga berperan dalam kasus kejadian plasenta previa, yaitu faktor usia, dan paritas. Risikonya meningkat pada ibu yang berusiaAda faktor-faktor yang diduga berperan dalam kasus kejadian plasenta previa, yaitu faktor usia, dan paritas. Risikonya meningkat pada ibu yang berusia
Useful /
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 115 karyawan bagian produksi pada perusahaan garmen di Jepara.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 115 karyawan bagian produksi pada perusahaan garmen di Jepara.
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi. Populasi penelitian berjumlah 121 pegawai, dengan teknikMetode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi. Populasi penelitian berjumlah 121 pegawai, dengan teknik
UMSUMS Sekolah dan guru pembimbing juga didorong untuk berkolaborasi secara aktif dengan pengawas spesialis, memperkuat umpan balik dan memodelkan pedagogi yangSekolah dan guru pembimbing juga didorong untuk berkolaborasi secara aktif dengan pengawas spesialis, memperkuat umpan balik dan memodelkan pedagogi yang
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Mahasiswa kesehatan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko, gejala, dan pentingnya pengelolaan penyakit secara tepat. Oleh karena itu, upayaMahasiswa kesehatan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko, gejala, dan pentingnya pengelolaan penyakit secara tepat. Oleh karena itu, upaya