UNWAHAUNWAHA
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiKualitas penilaian pembelajaran menjadi salah satu tolak ukur dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sistem penilaian yang baik akan memicu pendidik untuk lebih baik dalam mengajar dan memotivasi peserta didik untuk belajar yang lebih baik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik dan memperbaiki proses pembelajaran. Bentuk upaya penilaian hasil belajar peserta didik adalah melakukan pengujian dengan memperhatikan kualitas tes berdasarkan kemampuan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis butir tes melalui pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Item Response Theory (IRT). Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan jumlah responden sebanyak 285 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan CTT diperoleh 22,5% dengan kategori sulit, 47,5% termasuk kategori sedang dan sebesar 30% dengan kategori mudah serta 62,5% soal sudah memiliki daya pembeda yang baik. Adapun soal dengan fungsi distraktor yang berfungsi baik sebesar 45% dengan reliabilitas sebesar 0,785. Sedangkan dengan model IRT, model yang sesuai dengan penelitian ini adalah IRT 2PL dengan perolehan tingkat kesukaran antara -6.337 sampai 4.945, daya beda berkisar antara 0,271 sampai 2.254 dengan 38 butir fit.
Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan parameter daya pembeda dan tingkat kesukaran pada metode Classic Test Theory dan Item Response Theory.Pada CTT, karakteristik butir tes dipengaruhi oleh kemampuan kelompok peserta tes, sementara pada IRT dipengaruhi oleh kemampuan individu.Model IRT 2PL merupakan model yang paling sesuai untuk menggambarkan karakteristik 40 butir tes pembelajaran matematika dalam penelitian ini.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah responden untuk analisis IRT yang lebih representatif, serta menguji asumsi unidimensionalitas menggunakan analisis faktor. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan instrumen tes dengan memperhatikan proporsi tingkat kesukaran butir soal, yaitu 25% mudah, 25% sulit, dan 50% sedang. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi penggunaan model IRT yang lebih kompleks, seperti model 3PL, untuk mengidentifikasi butir-butir soal yang memiliki karakteristik guessing. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan tes adaptif berbasis IRT yang dapat menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan individu peserta didik secara real-time, sehingga memberikan pengalaman penilaian yang lebih personal dan akurat. Terakhir, penelitian dapat menginvestigasi pengaruh karakteristik butir soal yang dianalisis dengan IRT terhadap motivasi belajar dan performa siswa dalam jangka panjang.
- Implementation of Item Response Theory for Analysis of Test Items Quality and Students’ Ability... doi.org/10.20961/jkpk.v2i1.8512Implementation of Item Response Theory for Analysis of Test Items Quality and StudentsAo Ability doi 10 20961 jkpk v2i1 8512
- Karakteristik Tes Ilmu Pengetahuan Alam | Jurnal Pendidikan. tes ilmu pengetahuan alam jurnal pendidikan... journal.univetbantara.ac.id/index.php/jp/article/view/2269Karakteristik Tes Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Pendidikan tes ilmu pengetahuan alam jurnal pendidikan journal univetbantara ac index php jp article view 2269
- Analysis Difficulties and Characteristics of Item Test of on Biology National Standard School Examination... doi.org/10.2991/assehr.k.210326.002Analysis Difficulties and Characteristics of Item Test of on Biology National Standard School Examination doi 10 2991 assehr k 210326 002
- Item Analysis of English Final Semester Test | Indonesian Journal of EFL and Linguistics. item analysis... indonesian-efl-journal.org/index.php/ijefll/article/view/302Item Analysis of English Final Semester Test Indonesian Journal of EFL and Linguistics item analysis indonesian efl journal index php ijefll article view 302
| File size | 607.56 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINIAIN 515), dengan korelasi lebih kuat pada siswa laki‑laki (r = -0. Dengan kata lain, peningkatan intensitas bermain game daring berhubungan dengan penurunan515), dengan korelasi lebih kuat pada siswa laki‑laki (r = -0. Dengan kata lain, peningkatan intensitas bermain game daring berhubungan dengan penurunan
ELTAORGANIZATIONELTAORGANIZATION Tugas pemahaman literal, terutama yang memerlukan pengingatan fakta dan identifikasi informasi eksplisit, mendominasi bab-bab awal. Namun, pertanyaan inferensialTugas pemahaman literal, terutama yang memerlukan pengingatan fakta dan identifikasi informasi eksplisit, mendominasi bab-bab awal. Namun, pertanyaan inferensial
PAPANDAPAPANDA Secara matematis, aktivitas jual beli tersebut memuat konsep operasi hitung dasar, perbandingan senilai, dan bentuk geometri lingkaran. Penelitian iniSecara matematis, aktivitas jual beli tersebut memuat konsep operasi hitung dasar, perbandingan senilai, dan bentuk geometri lingkaran. Penelitian ini
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS), Fixed Effects, dan Random Effects untuk mengidentifikasi dampak risiko operasionalAnalisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS), Fixed Effects, dan Random Effects untuk mengidentifikasi dampak risiko operasional
FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei, sampel 600 mahasiswa dipilih dari tiga universitas, dengan 200 partisipan dari setiap institusi,Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei, sampel 600 mahasiswa dipilih dari tiga universitas, dengan 200 partisipan dari setiap institusi,
UNIPASBYUNIPASBY Oleh karena itu, dalam program ini dirancang tentang kegiatan mendongengkan cerita Sarip Tambak Oso yang kami peragakan dalam bentuk pertunjukan WayangOleh karena itu, dalam program ini dirancang tentang kegiatan mendongengkan cerita Sarip Tambak Oso yang kami peragakan dalam bentuk pertunjukan Wayang
UMIUMI Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non-tes. Teknik tes adalah tes tulis untuk menulis cerita fabel, sedangkan teknik non-tes meliputi teknikTeknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non-tes. Teknik tes adalah tes tulis untuk menulis cerita fabel, sedangkan teknik non-tes meliputi teknik
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Sehubungan dengan tuntutan kearah profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu pendidikanSehubungan dengan tuntutan kearah profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu pendidikan
Useful /
UNISSULAUNISSULA Namun, AI tidak dapat menggantikan peran konselor manusia yang memberikan sentuhan empati, panduan spiritual, dan nilai-nilai Islam yang menjadi elemenNamun, AI tidak dapat menggantikan peran konselor manusia yang memberikan sentuhan empati, panduan spiritual, dan nilai-nilai Islam yang menjadi elemen
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini menganalisis ucapan guru, menyoroti frekuensi dan dampak pernyataan, perintah, dan pertanyaan dalam membentuk interaksi kelas. Dalam dataPenelitian ini menganalisis ucapan guru, menyoroti frekuensi dan dampak pernyataan, perintah, dan pertanyaan dalam membentuk interaksi kelas. Dalam data
UNISSULAUNISSULA Pendidikan tidak hanya bertujuan mengasah kecerdasan intelektual siswa, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual. Jenis pendidikanPendidikan tidak hanya bertujuan mengasah kecerdasan intelektual siswa, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual. Jenis pendidikan
NURISNURIS Hasil pengujian kekuatan Tarik yang telah dilakukan pada pengelasan FSSW menggunakan variasi diameter shoulder tanpa Zn memiliki nilai kekuatan tarik tertinggiHasil pengujian kekuatan Tarik yang telah dilakukan pada pengelasan FSSW menggunakan variasi diameter shoulder tanpa Zn memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi