JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Dunia telah menyaksikan dua perkembangan kunci dalam beberapa tahun terakhir, yaitu ketidakpastian global dan digitalisasi. Perkembangan ini membutuhkan kita untuk dengan cermat merancang cara dan strategi kita tidak hanya untuk dapat menghadapi tantangan yang mereka bawa, tetapi juga untuk memanfaatkan peluang yang telah muncul. Ketidakpastian global yang berulang yang kita alami terutama sejak krisis keuangan global adalah berbagai macam. Ini termasuk ketidakpastian keuangan yang timbul dari krisis subprime AS dan runtuhnya Silicon Valley Bank dan Credit Suisse, ketidakpastian perdagangan dari perang dagang China-AS (yang terus berlanjut dan cenderung meluas di Trump 2.0), ketidakpastian ekonomi dari gangguan rantai pasokan selama dan setelah pandemi COVID-19, dan ketidakpastian geopolitik dari perang Rusia-Ukraina dan agresi Israel di Gaza. Bukti empiris yang melimpah menunjukkan bahwa ketidakpastian yang meningkat memiliki konsekuensi yang luas terhadap ekonomi global, yang secara negatif mempengaruhi investasi perusahaan dan PDB riil, tenaga kerja, stabilitas keuangan, kinerja bank, kesenjangan, dan banyak hal lainnya.

Dalam era digitalisasi dan ketidakpastian global, kita menghadapi tantangan dalam mencapai inklusi dan keberlanjutan.Dengan tema Promoting Inclusive & Sustainable Growth with Sharia Economy amid the Age of Digitalization and Global Uncertainty, kita menghadapi tantangan ini dengan ekonomi syariah.Dalam melakukannya, kita mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.Ada setidaknya tiga pelajaran penting yang dapat kita pelajari - pentingnya kewirausahaan, manfaat untuk umat, dan mengadopsi dan menyesuaikan dengan digitalisasi dan teknologi baru.Di Bank Indonesia, kita menerapkan pelajaran ini melalui pesantren, institusi yang dikenal karena nilai-nilai Islam, kerja keras, dan jaringan mereka.Dari mereka, kita telah menyaksikan banyak kisah sukses di mana banyak pesantren memiliki lini bisnis mereka sendiri dan terhubung di seluruh Indonesia, sehingga manfaatnya jelas tidak hanya untuk sekolah dan komunitas di sekitarnya, tetapi juga untuk umat.

Untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan dengan ekonomi syariah di era digitalisasi dan ketidakpastian global, kita dapat mempertimbangkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, kita dapat menyelidiki peran kewirausahaan dalam ekonomi syariah dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan inklusi dan keberlanjutan. Kedua, kita dapat mengeksplorasi bagaimana manfaat ekonomi syariah dapat didistribusikan secara adil dan inklusif, terutama dalam konteks digitalisasi dan ketidakpastian global. Terakhir, kita dapat meneliti bagaimana ekonomi syariah dapat mengadopsi dan menyesuaikan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan dan blockchain, untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi dalam sistem keuangan syariah.

Read online
File size188.95 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test