UINMADURAUINMADURA

Mabny: Journal of Sharia Management and BusinessMabny: Journal of Sharia Management and Business

Bank merupakan suatu badan usaha di Indonesia yang semakin tumbuh seiring berkembangnya teknologi dan ekonomi di Indonesia yang menjadi tempat yang memberikan pembiayaan untuk kegiatan perekonomian. Bank sebagai perantara yang dapat membantu memobilisasi serta menyalurkan dana masyarakat perlu kita ukur seberapa sukses pengelolaan keuangan yang dilakukan. Dengan mengatahui kinerja keuangannya, kita juga mengetahui apakah perusahaan tersebut berjalan lancar atau tidak, dan dapat melihat prospek perbankan dan keuangannya. Penelitian ini dilakukan untuk membahas perbedaan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah pada periode 2017-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel yang diteliti yakni 24 laporan keuangan triwulan Bank BRI dan Bank BTPN Syariah. Pemilihan sampel menggunakan metode sampel jenuh. Metode analisis data menggunakan analisis independent sample t-test dan mann-whitney test dengan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Negara Syariah periode 2017-2022 berdasarkan semua rasio keuangan yang diteliti, yaitu ROA, ROE, BOPO, NPL/NPF, FDR/LDR, NIM/NOM dan CAR. Kinerja keuangan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah lebih unggul dari Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio ROA, ROE, BOPO, NIM/NOM, FDR/LDR NPL/NPF dan CAR periode 2017-2022.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah periode 2017-2022 menunjukkan pencapaian yang sangat baik berdasarkan rasio ROA, ROE, BOPO, NPL/NPF, FDR/LDR, NIM/NOM, dan CAR.Meskipun keduanya berkinerja baik, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah terbukti lebih unggul dibandingkan Bank Rakyat Indonesia dalam sebagian besar rasio keuangan yang diteliti.Secara keseluruhan, terdapat perbedaan signifikan dalam kinerja keuangan antara kedua bank tersebut selama periode 2017-2022 berdasarkan seluruh rasio keuangan yang dianalisis.

Penelitian selanjutnya sangat dianjurkan untuk memperluas cakupan analisis kinerja keuangan perbankan dengan tidak hanya terbatas pada rasio keuangan konvensional. Sebagai contoh, studi dapat mengintegrasikan indikator-indikator kinerja non-finansial seperti tingkat kepuasan nasabah, efisiensi operasional berbasis teknologi, atau metrik terkait tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keberlanjutan (ESG), yang semakin relevan dalam penilaian nilai bank jangka panjang di mata investor dan masyarakat. Ini akan memberikan perspektif yang lebih holistik dan mendalam mengenai performa bank. Selain itu, mengingat penelitian ini fokus pada perbandingan dua bank dalam rentang waktu enam tahun, penelitian mendatang dapat memperluas sampel bank, tidak hanya Bank Umum Milik Negara (BUMN) dan Bank Umum Syariah Nasional (BUSN) tetapi juga mencakup bank swasta nasional lainnya atau bahkan bank pembangunan daerah, untuk melihat pola kinerja yang lebih beragam di seluruh spektrum perbankan Indonesia. Perpanjangan periode penelitian melampaui 2022 juga krusial untuk menganalisis dampak kondisi ekonomi terkini atau kebijakan regulator baru yang mungkin mempengaruhi kinerja bank. Terakhir, untuk memahami secara lebih mendalam mengapa perbedaan signifikan dalam kinerja keuangan antar bank terjadi, studi lanjutan bisa mengadopsi pendekatan kualitatif atau mixed-methods. Ini dapat melibatkan wawancara dengan manajemen senior bank untuk menggali strategi bisnis, inovasi produk, model manajemen risiko, dan penargetan segmen pasar yang spesifik, sehingga memberikan pemahaman kausalitas yang lebih kaya daripada analisis kuantitatif semata. Pendekatan ini akan memperkaya temuan dan menghasilkan rekomendasi yang lebih strategis bagi industri perbankan.

Read online
File size353.89 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test