UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Dismenore adalah masalah ginekologi yang didefinisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi. Penatalaksanaan dismenore dapat menggunakan terapi non farmakologi seperti kompres hangat. Kompres hangat dapat menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga dapat meningkatkan sirkulasi darah, meredakan iskemia pada sel-sel miometrium, menurunkan kontraksi otot polos miometrium, meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi nyeri akibat spasme atau kekakuan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 74 siswi yang mengalami dismenore pada Januari 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri dismenore Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,000, yang lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 (p < 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tahun 2022.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 74 siswi, derajat dismenore sebelum pemberian kompres hangat sebagian besar berada pada kategori nyeri sedang (59,5%).Setelah pemberian kompres hangat, derajat dismenore menurun, dengan sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (56,8%).Terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan derajat dismenore (p = 0,000.p < 0,05), yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima.

Pertama, perlu diteliti efektivitas kompres hangat dibandingkan dengan metode non-farmakologis lain seperti latihan fisik atau relaksasi dalam mengurangi dismenore pada remaja putri, untuk mengetahui pendekatan mana yang paling efektif dalam konteks sekolah. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang durasi optimal pemberian kompres hangat dengan variasi suhu berbeda, misalnya 30 menit vs 5 menit, untuk menentukan protokol terapi yang paling efisien dan nyaman digunakan siswi sehari-hari. Ketiga, perlu dikaji dampak jangka panjang penerapan kompres hangat secara rutin selama menstruasi terhadap kualitas hidup, konsentrasi belajar, dan tingkat ketidakhadiran siswi di sekolah, agar dapat dikembangkan program manajemen dismenore berbasis sekolah yang terstruktur dan berkelanjutan.

Read online
File size920.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test