UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang disebabkan karena pankreas mengalami kerusakan dalam produksi atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif. Rebusan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun pandan wangi terhadap kadar glukosa darah mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hiperglikemia glukosa sebagai model Hiperglikemi. Metode: 30 ekor mencit jantan (Mus musculus) dibagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok diinduksi glukosa 0.2ml/20gBB. Kelompok kontrol negatif diberi Na-CMC; kelompok kontrol positif diberi glibenklamid 0.01 ml/20gBB; kelompok perlakuan 1 air rebusan daun pandan wangi 5%; kelompok perlakuan 2 diberi air rebusan daun pandan wangi 10%; kelompok perlakuan 3 air rebusan daun pandan wangi 20%. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sesudah intervensi. Analisis hasil menggunakan uji Kruskall Wallis yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc Mann Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Hasil uji Kruskal Wallis terhadap kadar glukosa darah menunjukkan terdapat pengaruh setelah pemberian rebusan daun pandan wangi diantara kelima kelompok perlakuan p = 0,000. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa air rebusan daun pandan wangi memiliki aktivitas antidiabetes yang efektif pada kadar 20% p = 0,003.

Pemberian air rebusan daun pandan wangi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan hiperglikemia.Konsentrasi 20% merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah.Namun, efek penurunannya belum melebihi efektivitas glibenklamid sebagai obat standar antidiabetes.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi persentase senyawa fitokimia aktif, seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid, dalam rebusan daun pandan wangi pada berbagai konsentrasi agar dapat ditentukan dosis optimal secara ilmiah. Kedua, diperlukan studi lanjutan yang mengukur biomarker stres oksidatif seperti Malondialdehid (MDA) sebelum dan setelah pemberian rebusan daun pandan wangi untuk memahami mekanisme kerja antioksidannya dalam menurunkan glukosa darah. Ketiga, perlu diteliti efek jangka panjang dan keamanan konsumsi rebusan daun pandan wangi melalui uji toksisitas subkronis pada hewan coba, sebagai dasar pengembangan bahan obat alami yang aman untuk manusia. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkuat dasar ilmiah, memperjelas mekanisme, dan menilai aspek keamanan secara komprehensif.

Read online
File size410.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test