UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Bermain video game selama berjam-jam akan berisiko menyebabkan masalah mata seperti sakit kepala, penglihatan kabur, susah melihat objek yang jauh, dan sering menyipitkan mata ketika melihat objek jauh serta ketidaknyamanan di mata. Salah satu kelainan refraksi yang banyak dialami adalah kejadian miopia. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Universitas Batam Angkatan 2018 sebanyak 80 orang. Responden dibawa ke optik untuk mengisi kuesioner dan menjalani pemeriksaan mata guna mengetahui kejadian miopia. Uji analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas waktu bermain video game dengan kejadian miopia pada mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Universitas Batam Angkatan 2018. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p sebesar 0,000, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas waktu bermain video game dengan kejadian miopia.

Lebih dari sepertiga responden memiliki intensitas bermain video game dalam kategori low frequency, high frequency, dan heavy game.Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas waktu bermain video game dengan kejadian miopia pada mahasiswa kedokteran Universitas Batam.

Pertama, perlu diteliti bagaimana durasi paparan layar dan frekuensi istirahat mata memengaruhi progresi miopia pada mahasiswa yang bermain video game, untuk mengetahui apakah penerapan aturan 20-20-20 (istirahat 20 detik setiap 20 menit dengan melihat objek sejauh 20 kaki) dapat menurunkan risiko miopia. Kedua, penting untuk mengkaji pengaruh faktor genetik dan kebiasaan membaca terhadap risiko miopia pada kelompok mahasiswa yang tidak bermain video game, agar dapat memisahkan kontribusi faktor lingkungan dan keturunan dalam kejadian miopia. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi perubahan ketajaman penglihatan dan panjang aksial mata selama satu hingga dua tahun pada mahasiswa dengan intensitas bermain game tinggi dibandingkan dengan yang rendah, sehingga dapat diketahui secara pasti arah hubungan kausal dan kecepatan progresi miopia akibat paparan gadget jangka panjang. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang bersifat cross-sectional dan membantu merancang intervensi pencegahan yang lebih tepat sasaran di lingkungan kampus.

Read online
File size388.93 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test