UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Setiap individu mendapatkan stresor bisa melalui macam-macam penyebab, yang membuat situasi dan kondisi kita semakin berkurang kemampuan untuk merasa senang, nyaman, bahagia, dan produktif. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SLTA Kota Batam pada bulan Febuari. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan Spearmans Rho. Hasil Penelitian ini pada 64 responden, sebanyak 30 responden (46,9%) yang berada dalam kategori tingkat stres normal, didapatkan sebanyak 17 responden (26,6%) yang berada dalam kategori tingkat stres ringan, sebanyak 12 responden (18,8%) yang berada dalam kategori tingkat stres sedang, sebanyak 5 responden (7,8%) yang berada dalam kategori tingkat stres berat. Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa terdapat 29 responden (45,3%) yang berada pada kategori ringan, 33 responden (51,6%) yang berada pada kategori sedang, dan 2 responden (3,1%) yang berada pada kategori berat. Hasil analisis bivariat uji Spearmans Rho didapatkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan Aktivitas Fisik (p=0,000). Berdasarkan penelitian ini bahwa terdapat adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat stres pada siswi SLTA Kota Batam Tahun 2022.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat stres pada siswi SLTA Kota Batam Tahun 2022.Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan, semakin rendah tingkat stres yang dialami oleh siswi.Hasil ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres pada remaja.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian longitudinal untuk melihat hubungan kausal antara aktivitas fisik dan tingkat stres dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan variabel moderator seperti dukungan sosial atau kualitas tidur untuk memahami faktor-faktor yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi jenis-jenis aktivitas fisik yang paling efektif dalam mengurangi stres pada siswi SLTA, sehingga dapat dirancang program intervensi yang lebih spesifik dan terarah. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres pada remaja, serta dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program pencegahan dan penanganan stres yang efektif.

Read online
File size358.73 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test