IWIIWI
jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi oleh BPSDM, terutama terkait dengan kurangnya sinkronisasi dalam perencanaan pengembangan kompetensi ASN dan ketidakefisienan dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa. Artikel ini mengkaji kesiapan BPSDM dalam berbagai aspek, termasuk teknis pembentukan BLUD, peran BPSDM dalam pengelolaan pendapatan, belanja, dan pembiayaan BLUD, serta pendekatan yang fleksibel dalam pengelolaan keuangan BLUD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengandalkan sumber data primer berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian BLUD memerlukan pemenuhan beberapa persyaratan administratif, substantif, dan teknis. Selain itu, Pasal 209 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 mengenai Pengelolaan Keuangan Daerah menjelaskan peran strategis BPSDM dalam pengelolaan pendapatan. Dasar hukum untuk pengelolaan keuangan BLUD tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018, yang memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan pendapatan, belanja, kas, utang, piutang, investasi, barang, sumber daya manusia, dan remuneran.
Secara keseluruhan, BPSDM menunjukkan kesiapan yang baik dalam penerapan PPK BLUD.Dengan kepatuhan terhadap regulasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, kemampuan pengelolaan keuangan, komitmen manajemen, dan kolaborasi yang kuat, BPSDM berada dalam posisi yang baik untuk mengimplementasikan pola pengelolaan keuangan BLUD secara efektif.Langkah teknis pembentukan BLUD melibatkan serangkaian proses yang terstruktur dan sistematis mulai dari penilaian kelayakan, penyusunan dokumen administratif, pengajuan dan persetujuan, pengembangan sistem dan infrastruktur, hingga implementasi dan monitoring.Urgensi transformasi BPSDM menjadi BLUD terletak pada peningkatan efisiensi, fleksibilitas, dan kualitas layanan publik, serta peningkatan akuntabilitas dan kemampuan pendanaan mandiri.Dalam peran barunya sebagai BLUD, BPSDM memiliki tanggung jawab penting dalam pengelolaan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.Implementasi fleksibilitas pengelolaan keuangan di BLUD adalah langkah strategis yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.Peraturan daerah, peraturan kepala daerah, dan keputusan kepala daerah mencakup hal-hal seperti tata kelola, standar pelayanan minimal, renstra, rencana strategis bisnis, tarif layanan, pedoman teknis pengelolaan keuangan, dan dewan pengawas atau pengawas internal.Untuk memastikan bahwa BLUD dapat memberikan layanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan, regulasi ini memastikan bahwa BLUD memiliki dasar hukum yang kuat, tata kelola yang baik, dan mekanisme pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih lanjut dampak implementasi pola pengelolaan keuangan BLUD terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan efisiensi operasional BPSDM. 2. Meneliti strategi diversifikasi layanan BPSDM sesuai dengan kebutuhan publik dan optimalisasi pendapatan, serta efektivitas manajemen pembiayaan. 3. Menganalisis peran kerjasama dengan pihak ketiga, seperti sektor swasta dan lembaga keuangan, dalam meningkatkan sumber pendanaan alternatif untuk BPSDM. 4. Mengembangkan sistem informasi manajemen pelayanan BLUD yang terintegrasi dan efisien, serta kebijakan insentif dan penghargaan untuk mendorong kinerja yang lebih baik. 5. Meneliti lebih mendalam tentang pembentukan UPTD di BPSDM dan tugas-tugas spesifiknya dalam pengembangan sumber daya manusia.
| File size | 239.19 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKBARSTIKBAR Latar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaanLatar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaan
STIKBARSTIKBAR Studi ini menyimpulkan bahwa dampak interaksi pada loyalitas pasien lebih kuat ketika dinilai secara langsung, dibandingkan ketika dimediasi oleh variabelStudi ini menyimpulkan bahwa dampak interaksi pada loyalitas pasien lebih kuat ketika dinilai secara langsung, dibandingkan ketika dimediasi oleh variabel
PHBPHB Sarana yang ada saat ini cukup untuk menyelenggarakan pelayanan dalam standar minimal, tetapi belum optimal. Prasarana, seperti fasilitas konstruksi gedung,Sarana yang ada saat ini cukup untuk menyelenggarakan pelayanan dalam standar minimal, tetapi belum optimal. Prasarana, seperti fasilitas konstruksi gedung,
PARIPARI Semua prosedur mematuhi protokol, meskipun verifikasi posisi terbatas karena sumber daya. Kesimpulan: Radioterapi eksternal 2D dengan booster efektif danSemua prosedur mematuhi protokol, meskipun verifikasi posisi terbatas karena sumber daya. Kesimpulan: Radioterapi eksternal 2D dengan booster efektif dan
STIKES ISFISTIKES ISFI Dosis yag paling optimal dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit terdapat pada dosis 240 mg/kgBB. Profil histopatologi pankreas mencit menunjukanDosis yag paling optimal dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit terdapat pada dosis 240 mg/kgBB. Profil histopatologi pankreas mencit menunjukan
APPISIAPPISI Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait melalui penguatan kelembagaan, fasilitasi akses permodalan, dan adopsi teknologiOleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait melalui penguatan kelembagaan, fasilitasi akses permodalan, dan adopsi teknologi
SARI MUTIARASARI MUTIARA Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Apoteker di apotek kota Medan sudah melakukan 84,73% praktekBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Apoteker di apotek kota Medan sudah melakukan 84,73% praktek
UMSBUMSB Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak berjalannya SOP dengan baik, keterlambatan dalam pengentrian data BPJS dan gangguan jaringan menjadi penyebabHasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak berjalannya SOP dengan baik, keterlambatan dalam pengentrian data BPJS dan gangguan jaringan menjadi penyebab
Useful /
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas penderita TB Paru di RS Setio Husodo Kisaran memiliki Health Locus of Control yang tinggi, kerentanan sedang,Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas penderita TB Paru di RS Setio Husodo Kisaran memiliki Health Locus of Control yang tinggi, kerentanan sedang,
IWIIWI Beberapa materi pelatihan belum diterapkan karena sudah ada program yang berjalan sebelum tim Nusantara Sehat datang. Pelaksanaan Rencana Usulan KegiatanBeberapa materi pelatihan belum diterapkan karena sudah ada program yang berjalan sebelum tim Nusantara Sehat datang. Pelaksanaan Rencana Usulan Kegiatan
UNIBAUNIBA Hasil Uji Paired T Test mendapatkan hasil pengaruh intervensi asam mefenamat 500 mg dan ibuprofen 200 mg terhadap tingkat dismenore p-value 0,001 lebihHasil Uji Paired T Test mendapatkan hasil pengaruh intervensi asam mefenamat 500 mg dan ibuprofen 200 mg terhadap tingkat dismenore p-value 0,001 lebih
UMSBUMSB Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir di FKIP Universitas X dan jumlah sampel yang digunakan adalah 114 orang. PenelitianPopulasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir di FKIP Universitas X dan jumlah sampel yang digunakan adalah 114 orang. Penelitian