UIADUIAD

JTMT: Journal Tadris MatematikaJTMT: Journal Tadris Matematika

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah Balangnipa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah Balangnipa yang berjumlah 6 orang dengan menggunakan teknik sampling total. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji persyaratan yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation memberikan motivasi belajar bagi siswa, sehingga meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe group investigation layak diterapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis N Gain pada pemahaman konsep matematika, yaitu frekuensi pada kategori tidak efektif sebanyak 1 orang, frekuensi pada kategori kurang efektif sebanyak 1 orang, frekuensi pada kategori efektif sebanyak 3 orang, dan frekuensi pada kategori cukup efektif sebanyak 1 orang.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Sinjai.Hal ini didukung oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai sebesar 91,6.Berdasarkan kategori analisis N Gain, peningkatan pemahaman konsep matematika siswa berada dalam kategori efektif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas model pembelajaran group investigation pada mata pelajaran selain matematika, seperti sains atau ilmu-ilmu sosial, guna melihat apakah peningkatan pemahaman konsep juga terjadi di bidang lain. Kedua, penelitian dapat dikembangkan dengan membandingkan model group investigation terhadap model pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Jigsaw atau STAD, dalam satu populasi yang sama untuk mengetahui model mana yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Ketiga, diperlukan studi yang mengeksplorasi pengaruh jangka panjang dari penerapan model ini terhadap retensi pengetahuan dan motivasi belajar siswa melalui desain penelitian longitudinal yang melibatkan lebih banyak siklus pembelajaran. Penelitian baru juga bisa menguji pengaruh model ini pada kelas dengan jumlah siswa lebih besar untuk melihat skalabilitasnya. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran guru dalam mengelola dinamika kelompok selama proses investigasi kelompok. Penelitian bisa difokuskan pada kendala apa saja yang muncul saat pelaksanaan dan bagaimana strategi guru dalam mengatasinya. Hal ini akan memberikan gambaran mendalam tentang implementasi nyata model ini di kelas. Studi lanjutan juga bisa melihat pengaruh model ini terhadap keterampilan sosial dan kolaborasi siswa. Peningkatan pemahaman konsep bisa jadi hanya satu aspek dari dampak yang lebih luas. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, penelitian dapat mengungkap manfaat menyeluruh dari pembelajaran kooperatif tipe group investigation.

  1. Application of the Group Investigation Type Cooperative Learning Model in Improving Students' Understanding... doi.org/10.47435/jtmt.v6i1.3531Application of the Group Investigation Type Cooperative Learning Model in Improving Students Understanding doi 10 47435 jtmt v6i1 3531
Read online
File size417.72 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test