SANIYASANIYA

Asshika: Journal of English Language Teaching & LearningAsshika: Journal of English Language Teaching & Learning

Kertas ini meninjau berbagai penelitian tentang rasa takut siswa dalam menggunakan bahasa Inggris, yang dikenal sebagai kecemasan bahasa. Banyak siswa, terutama penutur non-pribumi, mengalami kecemasan saat berbicara bahasa Inggris karena takut membuat kesalahan, dinilai negatif, atau kurang percaya diri. Tinjauan ini menganalisis 21 artikel yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2024 yang menyelidiki kecemasan siswa dalam belajar bahasa dan dampaknya, yang diorganisir secara tematis dan kronologis. Semua faktor kunci seperti faktor psikologis, respons emosional, pengaruh lingkungan, dan faktor budaya yang memengaruhi rasa takut siswa dalam menggunakan bahasa Inggris akan diperiksa mengenai bagaimana mereka saling terhubung. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan bahasa dapat merugikan kinerja akademik dan kepercayaan diri siswa. Tinjauan ini menyarankan bahwa lingkungan belajar yang mendukung, ramah, dan kurang menghakimi dapat membantu siswa menjadi lebih nyaman dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Disarankan agar penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan intervensi yang disesuaikan dan mencakup populasi pelajar yang beragam serta setiap faktor yang dapat berkontribusi terhadap kecemasan bahasa Inggris siswa, bukan hanya fokus pada satu faktor.

Makalah yang ditinjau menunjukkan bahwa rasa takut siswa dalam menggunakan bahasa Inggris berasal dari kombinasi faktor psikologis, emosional, lingkungan, dan budaya.Kurangnya kepercayaan diri, takut dinilai negatif, dan keterampilan bahasa yang terbatas meningkatkan kecemasan, yang merugikan komunikasi dan kesuksesan akademik.Reaksi emosional seperti gugup dan malu sering menyebabkan siswa menghindari berbicara atau absen dari kelas.Lingkungan kelas yang ketat dan metode pengajaran yang tidak mendukung memperburuk kecemasan, sementara tekanan budaya yang terkait dengan identitas dan ekspektasi masyarakat lebih lanjut meningkatkan rasa takut.Kecemasan ini dapat memiliki efek negatif yang berkelanjutan pada belajar dan peluang masa depan.Namun, meningkatkan keterampilan bahasa dan memberikan paparan bahasa Inggris yang otentik dapat mengurangi kecemasan dan membangun kepercayaan diri.Untuk mengatasi hal ini, pendidik harus meningkatkan pengajaran bahasa dengan pengajaran tata bahasa dan kosa kata yang komprehensif serta menawarkan kesempatan komunikasi nyata.Membuat kelas yang mendukung, rendah tekanan, di mana kesalahan dianggap sebagai kesempatan belajar sangatlah penting.Guru harus menghindari penghinaan publik dan perbandingan yang keras dan mendorong kerja kelompok kecil serta dukungan sebaya.Dukungan psikologis dan emosional, termasuk aktivitas pembangun kepercayaan diri dan konseling, juga penting.Pengajaran yang peka budaya yang menghormati identitas yang beragam dan fokus pada konten daripada kesempurnaan penutur asli dapat mengurangi stigma.Pengembangan profesional untuk guru untuk mengenali dan mendukung siswa yang cemas sangatlah penting.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan intervensi yang disesuaikan dan mencakup populasi pelajar yang beragam.Melaksanakan rekomendasi ini akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang empati, mendukung, dan sadar budaya yang mengurangi kecemasan bahasa, meningkatkan hasil akademik, dan memberdayakan siswa untuk sukses secara global.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan intervensi yang disesuaikan dengan populasi pelajar yang beragam, dengan mempertimbangkan semua faktor yang dapat berkontribusi terhadap kecemasan bahasa Inggris siswa. Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang empati, mendukung, dan rendah tekanan, di mana kesalahan dianggap sebagai kesempatan belajar. Guru harus menghindari penghinaan publik dan perbandingan yang keras, serta mendorong kerja kelompok kecil dan dukungan sebaya. Dukungan psikologis dan emosional, termasuk aktivitas pembangun kepercayaan diri dan konseling, juga perlu dipertimbangkan. Pengajaran yang peka budaya yang menghormati identitas yang beragam dan fokus pada konten daripada kesempurnaan penutur asli dapat mengurangi stigma dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Pengembangan profesional untuk guru dalam mengenali dan mendukung siswa yang cemas sangatlah penting. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan empati, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil akademik dan peluang siswa dalam menggunakan bahasa Inggris.

  1. English Foreign Language Reading Anxiety and Reading Strategies: A Positive or Negative Correlation?... doi.org/10.1177/21582440241279663English Foreign Language Reading Anxiety and Reading Strategies A Positive or Negative Correlation doi 10 1177 21582440241279663
  2. WHAT IS SO SCARY ABOUT LEARNING ENGLISH? INVESTIGATING LANGUAGE ANXIETY AMONG FILIPINO COLLEGE STUDENTS... doi.org/10.24127/pj.v8i2.2221WHAT IS SO SCARY ABOUT LEARNING ENGLISH INVESTIGATING LANGUAGE ANXIETY AMONG FILIPINO COLLEGE STUDENTS doi 10 24127 pj v8i2 2221
  3. Examining the role of English language proficiency, language learning anxiety, and self-regulation skills... pressto.amu.edu.pl/index.php/ssllt/article/view/38280Examining the role of English language proficiency language learning anxiety and self regulation skills pressto amu edu pl index php ssllt article view 38280
  4. A Study of Language Anxiety among English Language Learners in Saudi Arabia – AWEJ. study language... doi.org/10.24093/awej/vol10no1.6A Study of Language Anxiety among English Language Learners in Saudi Arabia Ae AWEJ study language doi 10 24093 awej vol10no1 6
Read online
File size232.99 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test