UNWIDHAUNWIDHA
WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaWIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya DharmaTujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada guru, khususnya di SDNU Pemanahan, mengenai konsep Tri Nga Ki Hajar Dewantara. Konsep Ngerti, Ngrasa, Nglakoni merupakan pembelajaran komprehensif yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses pembelajaran tidak hanya berpusat pada pemahaman dan perasaan, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai tersebut dalam tindakan dan perilaku sehari-hari. Penerapan konsep Tri Nga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Pembelajaran aktif berarti siswa terlibat secara aktif di kelas, memiliki kemampuan, dan terbiasa berpartisipasi serta menyampaikan pendapat. Pembelajaran menyenangkan berarti siswa merasa gembira selama proses belajar dan dapat menikmati setiap tahapan pembelajaran sehingga materi yang dipelajari dapat lebih tertanam dalam ingatan siswa. Diharapkan setelah sosialisasi ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Konsep Tri Nga memungkinkan guru untuk merdeka mengajar dan siswa untuk merdeka belajar, menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai minat tanpa tekanan.Dengan melibatkan siswa secara aktif, lingkungan belajar yang positif akan meningkatkan rasa ingin tahu dan antusiasme mereka.Hal ini juga memotivasi guru untuk mengembangkan pembelajaran inovatif yang selalu dinantikan siswa, menjadikan proses mengajar lebih bermakna.
Untuk memperkuat implementasi konsep Tri Nga Ki Hajar Dewantara, studi lanjutan dapat menelusuri efektivitas dan keberlanjutan penerapan konsep ini oleh guru di SDNU Pemanahan setelah periode pelatihan. Pertanyaan penelitian bisa diajukan mengenai bagaimana dampak jangka panjang dari pelatihan Tri Nga terhadap peningkatan kualitas pengajaran guru, terutama dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Penting untuk mengidentifikasi apakah pemahaman dan kemampuan guru dalam menyiapkan pembelajaran yang mengakomodasi konsep ini benar-benar menghasilkan perubahan signifikan dalam pengalaman belajar siswa, termasuk peningkatan motivasi, kreativitas, dan pembentukan karakter. Selain itu, mengingat tantangan yang dihadapi guru seperti keterbatasan waktu persiapan dan keberagaman karakteristik siswa, penelitian berikutnya dapat mengembangkan dan menguji model pendampingan atau lokakarya lanjutan yang berfokus pada strategi praktis untuk mengintegrasikan Tri Nga secara efisien dalam jadwal mengajar yang padat. Misalnya, bagaimana membuat materi pembelajaran yang selaras dengan Tri Nga tanpa memerlukan waktu persiapan yang berlebihan. Lebih lanjut, sebuah studi komparatif atau pengembangan kurikulum dapat menganalisis cara terbaik untuk menyelaraskan konsep Tri Nga dengan Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi metode dan aktivitas pembelajaran inovatif yang secara spesifik mendukung pencapaian capaian pembelajaran melalui pendekatan ngerti, ngrasa, nglakoni di berbagai mata pelajaran. Ini akan membantu guru menerapkan Tri Nga bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai panduan praktis yang mudah diadaptasi dalam kerangka kurikulum yang berlaku, menciptakan ekosistem pembelajaran yang benar-benar memerdekakan siswa dan mengembangkan potensi mereka secara utuh.
- Penerapan Think Pair Share Terintegrasi TRI NGA (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni) melalui Pembelajaran Seni... jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/793Penerapan Think Pair Share Terintegrasi TRI NGA Ngerti Ngrasa Nglakoni melalui Pembelajaran Seni jurnal dikpora jogjaprov go index php jurnalideguru article view 793
- Pengembangan Profesionalitas Pendidik Menurut Ki Hajar Dewantara | DAARUS TSAQOFAH Jurnal Pendidikan... doi.org/10.62740/jppuqg.v1i2.133Pengembangan Profesionalitas Pendidik Menurut Ki Hajar Dewantara DAARUS TSAQOFAH Jurnal Pendidikan doi 10 62740 jppuqg v1i2 133
- Literature Review of the Implementation of the Tringa Concept in Human Resource Management in Schools:... doi.org/10.58765/ijemr.v1i3.123Literature Review of the Implementation of the Tringa Concept in Human Resource Management in Schools doi 10 58765 ijemr v1i3 123
- Integration of Tringo Concept Ki Hadjar Dewantara in Development of Islamic Education Learning Evaluation... alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/400Integration of Tringo Concept Ki Hadjar Dewantara in Development of Islamic Education Learning Evaluation alhayat index php alhayat article view 400
| File size | 346 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru di tingkat MI/SD merupakan hasil perpaduanBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru di tingkat MI/SD merupakan hasil perpaduan
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU R. Terrys management functions: planning, organising, actuating, and controlling at SDN 1 and SDN 2 Pasirjaya. A qualitative approach with a descriptiveR. Terrys management functions: planning, organising, actuating, and controlling at SDN 1 and SDN 2 Pasirjaya. A qualitative approach with a descriptive
OJSOJS Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pianika sebagai alat bantu dengan model pembelajaran demonstrasi dan metode drill sangat efektif dalam membantuPenelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pianika sebagai alat bantu dengan model pembelajaran demonstrasi dan metode drill sangat efektif dalam membantu
OJSOJS Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa yang signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, berani bereksperimen, dan mampu menghasilkanHasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa yang signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, berani bereksperimen, dan mampu menghasilkan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penelitian ini merekomendasikan model pendidikan yang berbasis nilai-nilai lokal dan universal, serta adaptif terhadap disrupsi digital, untuk membentukPenelitian ini merekomendasikan model pendidikan yang berbasis nilai-nilai lokal dan universal, serta adaptif terhadap disrupsi digital, untuk membentuk
IDJOURNALIDJOURNAL Kegiatan pelatihan seni tari memiliki peran penting dalam pengembangan ekspresi diri dan kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanyaKegiatan pelatihan seni tari memiliki peran penting dalam pengembangan ekspresi diri dan kepercayaan diri siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Indonesia memiliki kesenian tari. Dalam perkembangan teknologi seperti saat ini tidak hanya pada bidang pengetahuan saja tetapi sudah ke alat permainanIndonesia memiliki kesenian tari. Dalam perkembangan teknologi seperti saat ini tidak hanya pada bidang pengetahuan saja tetapi sudah ke alat permainan
UNTAG SMDUNTAG SMD Keberadaan Daerah Irigasi Tepian Buah diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Berau.Keberadaan Daerah Irigasi Tepian Buah diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Berau.
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Kedepannya diharapkan dapat diadakan pelatihan dari aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengelolaan keuanganKedepannya diharapkan dapat diadakan pelatihan dari aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengelolaan keuangan
BIMABERILMUBIMABERILMU Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji praktik empiris Sistem Among di ruang pembelajaran konkret agar memperkuat validitas praktis dan kontribusiPenelitian selanjutnya disarankan untuk menguji praktik empiris Sistem Among di ruang pembelajaran konkret agar memperkuat validitas praktis dan kontribusi
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi yang menargetkan penguatan keterampilan tata bahasa dan pengembangan kepercayaan diri dalam membaca secaraPenelitian ini menyoroti pentingnya intervensi yang menargetkan penguatan keterampilan tata bahasa dan pengembangan kepercayaan diri dalam membaca secara
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Pembatasan jumlah orang merupakan upaya pencegahan penyebaran virus, terutama saat pandemi Covid-19. Penelitian ini merancang. Sistem ini menggunakan RFIDPembatasan jumlah orang merupakan upaya pencegahan penyebaran virus, terutama saat pandemi Covid-19. Penelitian ini merancang. Sistem ini menggunakan RFID