UCYUCY
Academy of Education JournalAcademy of Education JournalJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini informan/responden terdiri dari dua orang yang mewakili Sekolah Dasar Juara (kepala sekolah dan guru kelas IV) serta dua orang perwakilan masyarakat sekitar, dan kepala dinas pendidikan Kota Yogyakarta. Objek penelitian adalah Sekolah Dasar Juara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, yang difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan pembentukan perilaku anak melalui pelajaran PKn. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKn di SD Juara Yogyakarta dalam pembentukan perilaku siswa sudah sesuai dengan harapan, antara lain melalui (a) usaha sekolah mengombinasikan pembelajaran antar‑pelajaran dengan PKn, seperti pelatihan bela negara, bendera, dan peringatan hari‑hari besar; (b) adanya komitmen kuat pihak sekolah dalam evaluasi pelaksanaan PKn; (c) prioritas PKn sebagai mata pelajaran yang memberi motivasi dan edukasi tentang kehidupan bermasyarakat dan bernegara; serta (d) perlunya konseling untuk pembentukan karakter anak.
Implementasi pembelajaran PKn di SD Juara Yogyakarta dilakukan secara sistematis dengan pendekatan tematik dan integrasi antar‑mata pelajaran, sehingga dapat menumbuhkan motivasi dan edukasi bagi siswa tentang kehidupan bernegara.Selain itu, sekolah menjalin kerjasama intensif dengan orang tua dan masyarakat untuk memperkuat pembentukan karakter siswa melalui kegiatan bela negara dan nilai‑nilai Pancasila.Namun, untuk lebih mengoptimalkan hasil, diperlukan pendampingan konseling khusus yang fokus pada pengembangan karakter moral dan sosial siswa.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh integrasi pembelajaran PKn dengan mata pelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) terhadap peningkatan sikap kewarganegaraan siswa, dengan mengkaji perubahan perilaku kolaboratif dan kepedulian sosial. Selanjutnya, perlu diteliti efektivitas penggunaan media digital interaktif (seperti aplikasi mobile dan platform e‑learning) dalam meningkatkan pemahaman konsep PKn serta partisipasi aktif siswa, sehingga dapat memberikan rekomendasi desain pembelajaran berbasis teknologi. Terakhir, disarankan dilakukan studi longitudinal yang memantau peran keterlibatan orang tua dalam proses PKn selama tiga tahun pelajaran, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang memperkuat atau menghambat pembentukan karakter kewarganegaraan pada anak‑anak usia sekolah dasar.
| File size | 366.95 KB |
| Pages | 44 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Profesionalisme guru adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar. Namun masih terdapatProfesionalisme guru adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar. Namun masih terdapat
MAHADEWAMAHADEWA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat akuntabilitas mahasiswa dalam tugas perkuliahan, khususnya dalam mata kuliah BiologiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat akuntabilitas mahasiswa dalam tugas perkuliahan, khususnya dalam mata kuliah Biologi
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, andA qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and
AFEKSIAFEKSI Hal ini dapat menjadi masukan penting bagi penyedia jasa konseling untuk mempertimbangkan adanya layanan cybercounseling. Bagi peneliti yang akan melakukanHal ini dapat menjadi masukan penting bagi penyedia jasa konseling untuk mempertimbangkan adanya layanan cybercounseling. Bagi peneliti yang akan melakukan
AFEKSIAFEKSI Fokus inovasi tersebut melandasi penelitian ini untuk memetakan tren metodologi, distribusi implementasi GBL melalui tinjauan kepustakaan sistematis (SLR).Fokus inovasi tersebut melandasi penelitian ini untuk memetakan tren metodologi, distribusi implementasi GBL melalui tinjauan kepustakaan sistematis (SLR).
AFEKSIAFEKSI Tinjauan literatur sistematis ini mengonfirmasi bahwa pengembangan instrumen penilaian berpikir kritis dalam pendidikan informatika adalah bidang penelitianTinjauan literatur sistematis ini mengonfirmasi bahwa pengembangan instrumen penilaian berpikir kritis dalam pendidikan informatika adalah bidang penelitian
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyintesiskan pemikiran serta praksis pendidikan KH Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara sebagai dasarPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyintesiskan pemikiran serta praksis pendidikan KH Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara sebagai dasar
MAHADEWAMAHADEWA Biologi adalah mata pelajaran penting yang dipelajari di sekolah. Namun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnyaBiologi adalah mata pelajaran penting yang dipelajari di sekolah. Namun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnya
Useful /
ICJAMBIICJAMBI Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa kuesioner berjumlah 40 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan duaMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa kuesioner berjumlah 40 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan dua
ICJAMBIICJAMBI 4%, fasilitas belajar 41. 4%, lingkungan 0. 032%, kecerdasan 12. 7% bakat 43%, minat belajar 74.76%, motivasi 0. 379%, emosional 49. 3%. Oleh sebab itu,4%, fasilitas belajar 41. 4%, lingkungan 0. 032%, kecerdasan 12. 7% bakat 43%, minat belajar 74.76%, motivasi 0. 379%, emosional 49. 3%. Oleh sebab itu,
ICJAMBIICJAMBI Penting untuk memahami bahwa keragaman budaya sebenarnya dapat menjadi kekuatan yang memperkaya bangsa jika dikelola dengan baik melalui pendekatan multikultural,Penting untuk memahami bahwa keragaman budaya sebenarnya dapat menjadi kekuatan yang memperkaya bangsa jika dikelola dengan baik melalui pendekatan multikultural,
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Mdn, hakim mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk alat bukti, keterangan saksi, dan faktor pemberat/ringan, serta merujuk pada Pasal 1 ayat (1) Undang-UndangMdn, hakim mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk alat bukti, keterangan saksi, dan faktor pemberat/ringan, serta merujuk pada Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang