UNSADAUNSADA

Jurnal Sosial HumanioraJurnal Sosial Humaniora

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan struktur kalimat dan makna, serta untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan modalitas epistemik ~kamoshirenai, ~darou, dan ~hazu da yang memiliki kemiripan struktur dan makna dalam penggunaannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan ragam tulis dari korpus online BCCWJ (Balaced Corpus of Conteporary Written Japanese). Dari hasil analisis didapatkan bahwa modalitas epistemik ~kamoshirenai, ~darou, dan ~hazu da dilihat dari segi struktur sama-sama dapat menempel pada kata kerja, kata sifat-i, kata sifat-na dan kata benda serta sama-sama dapat diletakkan pada kalimat utama maupun klausa subordinat. Sedangkan dilihat dari segi makna, modalitas epistemik ~kamoshirenai digunakan untuk menyatakan dugaan kemungkinan yang tingkat prediksinya rendah. Modalitas epistemik ~darou digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang bersifat asumsi dan imajinasi, sehingga tingkat prediksinya tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan modalitas epistemik ~hazu da, yang dimana modalitas epistemik ~hazu da digunakan untuk menyatakan dugaan sebuah kemungkinan atas dasar pemikiran yang logis, sehingga tingkat prediksinya cukup tinggi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa modalitas epistemik ~kamoshirenai, ~darou, dan ~hazu da memiliki kesamaan dalam struktur, yaitu dapat menempel pada berbagai jenis kata dan ditempatkan dalam berbagai posisi kalimat.Namun, terdapat perbedaan dalam tingkat keyakinan yang diungkapkan, di mana ~kamoshirenai menunjukkan kemungkinan terendah, ~darou menunjukkan kemungkinan menengah, dan ~hazu da menunjukkan keyakinan tertinggi.Oleh karena itu, pemilihan modalitas yang tepat bergantung pada tingkat kepastian yang ingin disampaikan oleh pembicara.Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan modalitas epistemik dalam bahasa Jepang.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis penggunaan modalitas epistemik dalam berbagai ragam bahasa Jepang, seperti percakapan sehari-hari, media massa, dan sastra, untuk memahami perbedaan nuansa dan konteks penggunaannya. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana modalitas epistemik berinteraksi dengan faktor-faktor sosial dan budaya, seperti usia, jenis kelamin, dan status sosial, untuk mengungkap bagaimana identitas pembicara memengaruhi pilihan modalitas. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan menggunakan modalitas epistemik, serta mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam menggunakan modalitas epistemik secara tepat dan alami. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang modalitas epistemik dalam bahasa Jepang dapat dicapai, yang akan bermanfaat bagi para peneliti, guru, dan pembelajar bahasa Jepang.

Read online
File size424.33 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test