USUUSU
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchMetafora bukan sekadar perangkat linguistik dekoratif, tetapi memainkan peran penting dalam membentuk kognisi dan pemahaman budaya. Pengaruh latar belakang linguistik terhadap proses berpikir adalah inti dari Hipotesis Sapir-Whorf, yang menyatakan bahwa bahasa membentuk persepsi kognitif dan perilaku budaya. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara bahasa dan kognisi melalui lensa metafora temporal. Dengan meneliti kerangka linguistik di berbagai budaya, penelitian ini berusaha menunjukkan bagaimana metafora temporal memengaruhi proses kognitif, praktik budaya, dan persepsi waktu. Pendekatan kualitatif digunakan, mensintesis literatur teoretis dan empiris tentang metafora, relativitas linguistik, dan kognisi temporal. Analisis difokuskan pada studi kasus dari bahasa-bahasa seperti Inggris, Mandarin, Hopi, dan Aymara, menyoroti metafora temporal yang universal maupun spesifik budaya. Studi ini mengungkapkan bahwa metafora temporal bervariasi secara signifikan antar bahasa, mencerminkan perspektif budaya yang unik sambil menunjukkan pola kognitif yang sama. Misalnya, bahasa Inggris dan Mandarin mengkonseptualisasikan waktu melalui orientasi horizontal dan vertikal, sementara kerangka temporal Hopi dan Aymara menantang gagasan Barat konvensional. Temuan ini mendukung bentuk lemah Hipotesis Sapir-Whorf, menunjukkan bahwa bahasa memengaruhi pikiran tanpa menentukannya secara kaku. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa metafora temporal adalah alat kognitif esensial, yang membentuk konsep abstrak dan memengaruhi perilaku di seluruh konteks budaya.
Studi ini menggarisbawahi peran penting metafora, khususnya metafora temporal, sebagai alat kognitif yang tidak hanya membentuk kognisi dan pemahaman budaya, tetapi juga struktur konsep abstrak dan memengaruhi perilaku.Temuan dari berbagai bahasa seperti Inggris, Mandarin, Hopi, dan Aymara menunjukkan adanya pola kognitif universal dan konseptualisasi yang spesifik budaya, yang secara signifikan mendukung bentuk lemah Hipotesis Sapir-Whorf bahwa bahasa memengaruhi pemikiran tanpa menentukannya secara kaku.Dengan demikian, penelitian ini memperkaya pemahaman tentang hubungan dinamis antara bahasa dan kognisi, menekankan relevansi kerangka metaforis dalam komunikasi lintas budaya dan penelitian kognitif, serta memiliki implikasi luas bagi teori linguistik dan antropologi.
Untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana bahasa dan budaya membentuk persepsi waktu, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi kuantitatif yang mengukur beban kognitif saat seseorang beralih antara metafora waktu bergerak (Time-Moving Metaphor, TMM) dan pengamat bergerak (Observer-Moving Metaphor, OMM) di berbagai kelompok bahasa yang lebih luas, termasuk bahasa-bahasa dari wilayah yang belum banyak diteliti. Penelitian ini dapat membantu kita memahami apakah penundaan kognitif yang disebutkan dalam studi ini bersifat universal atau justru dipengaruhi secara spesifik oleh struktur bahasa tertentu, sehingga memperjelas batas-batas antara pola kognitif yang umum dan yang unik secara budaya. Kedua, mengingat adanya efek saat ini dari metafora temporal pada kognisi, penelitian jangka panjang (longitudinal) terhadap penutur bilingual atau multibahasa akan sangat berharga. Dengan melacak bagaimana penggunaan metafora waktu dari bahasa kedua dapat secara bertahap memengaruhi atau bahkan mengubah cara seseorang memproses waktu dalam bahasa ibunya, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih dalam tentang adaptasi kognitif dan plastisitas otak terhadap pengaruh linguistik yang berkelanjutan. Terakhir, sangat penting untuk menyelidiki dasar neurologis pemrosesan metafora temporal, terutama pada bahasa dengan kerangka waktu yang tidak linear atau terbalik, seperti Hopi dan Aymara. Dengan menggunakan teknik pencitraan otak, kita dapat membandingkan aktivasi otak penutur bahasa-bahasa ini saat memproses metafora waktu dengan penutur bahasa yang memiliki konsep waktu linear. Ini akan membuka wawasan baru tentang apakah konseptualisasi waktu yang berbeda secara budaya melibatkan jaringan saraf yang berbeda atau menunjukkan pola aktivasi yang unik, yang tentunya akan memperkuat argumen dalam perdebatan antara universalitas kognitif dan relativitas linguistik.
- How We Make Sense of Time | Scientific American. sense time scientific american add us google sciam long... doi.org/10.1038/scientificamericanmind1116-38How We Make Sense of Time Scientific American sense time scientific american add us google sciam long doi 10 1038 scientificamericanmind1116 38
- Russian blues reveal effects of language on color discrimination | PNAS. russian blues reveal effects... doi.org/10.1073/pnas.0701644104Russian blues reveal effects of language on color discrimination PNAS russian blues reveal effects doi 10 1073 pnas 0701644104
- Two Languages, Two Minds - Panos Athanasopoulos, Emanuel Bylund, Guillermo Montero-Melis, Ljubica Damjanovic,... doi.org/10.1177/0956797614567509Two Languages Two Minds Panos Athanasopoulos Emanuel Bylund Guillermo Montero Melis Ljubica Damjanovic doi 10 1177 0956797614567509
| File size | 1.21 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Literatur yang digunakan sebagai media komunikasi lintas budaya dapat menjadi alat untuk pembelajaran BIPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanLiteratur yang digunakan sebagai media komunikasi lintas budaya dapat menjadi alat untuk pembelajaran BIPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
UPIUPI Kesadaran metakognitif berperan penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa karena memungkinkan mereka memantau, mengevaluasi, dan mengatur proses belajarKesadaran metakognitif berperan penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa karena memungkinkan mereka memantau, mengevaluasi, dan mengatur proses belajar
LLDIKTI10LLDIKTI10 Dari total 674 artikel yang diidentifikasi, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa masalah mendengarkanDari total 674 artikel yang diidentifikasi, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa masalah mendengarkan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Dominasi tindak meminta mencerminkan fokus narasi pada upaya karakter untuk mencapai tujuan melalui permohonan dan pertanyaan. Penelitian ini juga menekankanDominasi tindak meminta mencerminkan fokus narasi pada upaya karakter untuk mencapai tujuan melalui permohonan dan pertanyaan. Penelitian ini juga menekankan
IDEBAHASAIDEBAHASA Ujaran yang terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan lima jenis tindak tutur ilokusi. Hasil disajikan berupa persentase untuk menunjukkanUjaran yang terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan lima jenis tindak tutur ilokusi. Hasil disajikan berupa persentase untuk menunjukkan
UIN SUSKAUIN SUSKA Dengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari sampel sebanyak 30 mahasiswa, terdiri dari 6 laki‑laki dan 24 perempuan. Instrumen yang digunakanDengan menggunakan metode survei, data dikumpulkan dari sampel sebanyak 30 mahasiswa, terdiri dari 6 laki‑laki dan 24 perempuan. Instrumen yang digunakan
UNISMUHUNISMUH Variasi keterampilan bicara, bahasa, dan komunikasi pada populasi umum sangat signifikan. Dengan keterlibatan berbagai area otak dan sifat rumit dari prosesVariasi keterampilan bicara, bahasa, dan komunikasi pada populasi umum sangat signifikan. Dengan keterlibatan berbagai area otak dan sifat rumit dari proses
UM MetroUM Metro Program pendidikan mencakup 12 unit instruksional dengan fokus pada komando, posisi dasar, dan posisi turunan dalam latihan olahraga. Data dikumpulkanProgram pendidikan mencakup 12 unit instruksional dengan fokus pada komando, posisi dasar, dan posisi turunan dalam latihan olahraga. Data dikumpulkan
Useful /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan yang dilengkapi rekaman dan pencatatan,Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan yang dilengkapi rekaman dan pencatatan,
UM MetroUM Metro Data dikumpulkan melalui skala adiksi Instagram, FOMO, dan narsisme, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa FOMOData dikumpulkan melalui skala adiksi Instagram, FOMO, dan narsisme, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa FOMO
UM MetroUM Metro Populasi penelitian adalah 15 anak, dengan sampel 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, dianalisis secara deskriptif danPopulasi penelitian adalah 15 anak, dengan sampel 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, dianalisis secara deskriptif dan
UM MetroUM Metro Penelitian ini menghasilkan program bimbingan karir hipotetis untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karir siswa. Sebagian besar siswa termasuk dalam kategoriPenelitian ini menghasilkan program bimbingan karir hipotetis untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karir siswa. Sebagian besar siswa termasuk dalam kategori