ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU

Ensiklopedia Social ReviewEnsiklopedia Social Review

Era digital membawa perubahan besar pada masyarakat, termasuk dalam kehidupan sosial dan politik di suatu negara. Dinamika politik yang terjadi di ruang digital bisa lebih dinamis dan keras ketimbang dalam ruang konvensional. Hal tersebut disebabkan kemudahan akses masyarakat dalam menyuarakan pendapatnya mengenai isu politik dan kebijakan yang diambil pemerintah. Hal tersebut menunjukkan batasan yang dimiliki ruang politik konvensional tidak berlaku dalam ruang politik digital. Salah satu aktor politik yang memiliki peran besar dalam ruang digital adalah mahasiswa. Sebagai agent of change mahasiswa bertanggungjawab secara moral dan intelektual untuk memastikan negara berjalan di jalan yang benar untuk kepentingan masyarakat umum. Di antara cara-cara mereka lewat kontribusi aktif dalam menyuarakan pendapat dengan menggunakan instrumen digital yang sangat dikuasai yaitu media sosial. Terkait hal tersebut, penelitian ini menjelaskan dimensi politik mahasiswa pada era digital. Secara lebih spesifik penelitian ini dilakukan untuk memahami seperti apa peran . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan teknik analisa data yang digunakan adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, di era digital, mahasiswa menggunakan kekuatan politik mereka untuk menggerakkan aksi melalui beragam cara kreatif lewat media sosial yang sangat akrab dengan keseharian mereka. Peran mahasiswa dalam konteks ini tidak bisa dianggap remeh, karena dampaknya bisa lebih signifikan dibandingkan gerakan tradisional. Sebab, ruang digital mampu menjaga isu tetap relevan dan memperluas jangkauannya selama masyarakat terhubung dengan internet, dan hal ini menciptakan gerakan politik yang sejalan dengan semangat zaman.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mahasiswa harus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial yang ada di masyarakat, mahasiswa tidak boleh berada di menara gading yang hanya nyaman tinggal dalam ruang-ruang kelas dan gedung kampus, mereka harus terhubung langsung dengan masyarakat, merasakan apa yang dirasakan masyarakat, mengetahui apa yang dihadapi dan apa yang dibutuhkan masyarakat.Pada konteks pengawasan tersebut, di era konvensional contoh konkret kekuatan politik mahasiswa adalah gerakan reformasi 1998 di Indonesia.Kemudian di luar negeri misalnya di China pada tahun 1989 terdapat unjuk rasa besar Rakyat di Lapangan Tiananmen.Kemudian, di era digital kekuatan politik mahasiswa bisa berperan dalam mobilisasi gerakan melalui platform media sosial yang sangat akrab dengan mahasiswa generasi ini.Seperti gerakan tagar di platform X (eks twitter) dan instagram, termasuk penggunaan istilah-istilah khusus, mengubah lirik lagu, membuat gambar dan aktivitas kreatif lain sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.Gerakan politik digital tersebut dapat berlanjut menjadi gerakan riil demonstrasi konvensional di jalanan yang dapat membawa efek lebih jauh.Meskipun terdapat sejumlah tantangan, namun gerakan mahasiswa melalui ruang digital mampu membuat isu yang diperjuangkan tetap hangat dan keterjangkauannya pun bisa semakin meluas selama masyarakat terhubung dengan internet.Ini merupakan gerakan politik yang bersenyawa dengan semangat zaman.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang strategi yang digunakan oleh mahasiswa dalam mengorganisir dan menggerakkan aksi politik melalui media sosial. Penelitian ini dapat fokus pada analisis strategi komunikasi dan mobilisasi yang digunakan oleh mahasiswa, serta dampak yang ditimbulkannya. Kedua, penting untuk menyelidiki peran media sosial dalam membentuk opini publik dan pengaruhnya terhadap gerakan mahasiswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana media sosial menjadi platform untuk menyebarkan informasi, mengedukasi masyarakat, dan menciptakan kesadaran tentang isu-isu penting. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang tantangan dan risiko yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menggunakan media sosial untuk aktivitas politik. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana mahasiswa mengatasi pembatasan dan intimidasi yang mungkin mereka hadapi, serta strategi yang mereka gunakan untuk menjaga keamanan dan kebebasan berekspresi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran , serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengadvokasi perubahan sosial dan politik.

  1. Pemilihan Platform Media Pembelajaran Online Pada Masa New Normal | Hakim | Justek : Jurnal Sains dan... journal.ummat.ac.id/index.php/justek/article/view/3516Pemilihan Platform Media Pembelajaran Online Pada Masa New Normal Hakim Justek Jurnal Sains dan journal ummat ac index php justek article view 3516
Read online
File size263.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test