LOCUSMEDIALOCUSMEDIA

Locus: Jurnal Konsep Ilmu HukumLocus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum

Artikel ini menganalisis Danantara sebagai model baru pengelolaan investasi negara dalam perspektif aspek hukum korporasi, dengan menyoroti normatif, celah pengawasan, dan potensi moral hazard yang muncul dari desain hukumnya dalam UU BUMN terbaru. Melalui pendekatan yuridis normatif dan preskriptif-analitis, kajian menemukan bahwa meskipun Danantara sebagai superholding investasi mencerminkan prinsip hukum korporasi modern, terdapat kekosongan pengaturan yang berisiko melemahkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Sehingga, harmonisasi regulasi, penguatan pengawasan independen, dan kejelasan pertanggungjawaban organ perusahaan adalah agenda mendesak agar fleksibilitas hukum Danantara tidak berkembang menjadi kebebasan tanpa akuntabilitas.

Kajian ini menemukan bahwa di tengah gagasan besar Danantara, masih terbuka ruang perdebatan dan potensi persoalan hukum.Tumpang tindih norma tentang status penyelenggara negara, definisi kerugian negara, serta pembatasan audit oleh BPK, merupakan celah-celah yang sewaktu-waktu dapat melahirkan polemik, bahkan krisis legitimasi.Oleh karena itu, implementasi regulasi Danantara tidak cukup hanya bergantung pada solidnya norma, tetapi sangat bergantung pada komitmen integritas, profesionalisme, dan disiplin tata kelola para pengelolanya.Upaya harmonisasi hukum, penguatan pengawasan, serta pelembagaan transparansi publik, menjadi keniscayaan untuk memastikan Danantara tidak tergelincir menjadi lembaga besar yang lemah dalam akuntabilitas.

Berdasarkan analisis, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai model pengelolaan investasi negara di negara lain (seperti Temasek Holdings dan Khazanah Nasional Berhad) untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi dalam konteks Danantara. Kedua, penelitian mendalam mengenai dampak penerapan Business Judgment Rule terhadap akuntabilitas dan pertanggungjawaban direksi Danantara, termasuk potensi risiko moral hazard yang mungkin timbul. Ketiga, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi persepsi dan harapan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan pengelolaan aset negara oleh Danantara, guna mengidentifikasi isu-isu krusial yang perlu diperhatikan dalam implementasi kebijakan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan investasi negara melalui Danantara, serta rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas lembaga tersebut.

Read online
File size430.9 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test