UNUSIAUNUSIA
AL WASATH Jurnal Ilmu HukumAL WASATH Jurnal Ilmu HukumResensi ini mengulas buku Ilmu Hukum di Tengah Arus Perubahan karya Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, sebuah karya fundamental yang menggugat dominasi positivisme hukum di Indonesia. Tulisan ini menyoroti kritik utama penulis terhadap hukum modern yang dianggapnya telah terasing dari akar sosialnya, menjadi kaku, dan terjebak dalam formalisme prosedural (gejuridiseerd recht). Analisis menunjukkan bagaimana Satjipto Rahardjo menawarkan jalan keluar melalui pendekatan hukum yang lebih sosiologis dan progresif, yang menempatkan manusia, bukan aturan, sebagai pusat dari hukum. Konsep-konsep kunci seperti berpikir hukum secara sosial, kemajemukan hukum (legal pluralism), dan puncaknya, “beyond the call of rules, dibahas sebagai solusi untuk mengembalikan hukum pada tujuannya yang hakiki, yaitu mencapai keadilan substantif dan kebahagiaan masyarakat. Resensi ini menyimpulkan bahwa buku tersebut merupakan sebuah manifesto intelektual yang relevansinya semakin kuat, dan menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang mendambakan wajah hukum yang lebih manusiawi.
Buku ini secara sistematis membongkar fondasi hukum modern yang terasing dari masyarakat dan menawarkan solusi melalui pendekatan hukum yang lebih sosiologis dan progresif.Satjipto Rahardjo menekankan pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat hukum, mengakui kemajemukan hukum, dan melampaui formalisme aturan untuk mencapai keadilan substantif.Karya ini merupakan manifesto intelektual yang relevan bagi siapa saja yang menginginkan wajah hukum yang lebih manusiawi.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji implementasi konsep berpikir hukum secara sosial dalam praktik peradilan di Indonesia, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan masyarakat adat atau kelompok marginal. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai efektivitas pendekatan kemajemukan hukum dalam menyelesaikan konflik sosial dan menciptakan harmoni di masyarakat yang pluralistik. Terakhir, studi komparatif mengenai penerapan prinsip beyond the call of rules di berbagai sistem hukum dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana hakim dapat mengambil keputusan yang lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan sistem hukum yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial, serta memperkuat fondasi negara hukum yang demokratis di Indonesia.
| File size | 1.6 MB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Tingginya ketergantungan masyarakat pada daerah penyangga terindikasi dari interaksi mereka dengan eks HPH. Pengelolaan eks HPH harus berfungsi sebagaiTingginya ketergantungan masyarakat pada daerah penyangga terindikasi dari interaksi mereka dengan eks HPH. Pengelolaan eks HPH harus berfungsi sebagai
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Surat edaran ini memiliki dasar hukum pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sebagai landasan pengaturan kebijakan lingkunganSurat edaran ini memiliki dasar hukum pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sebagai landasan pengaturan kebijakan lingkungan
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Pertama, kebebasan berekspresi dalam mengemukakan pendapat serta hak menentukan pertimbangan atas kebijakan politik oleh wakil rakyat. Kedua, sistem pendidikanPertama, kebebasan berekspresi dalam mengemukakan pendapat serta hak menentukan pertimbangan atas kebijakan politik oleh wakil rakyat. Kedua, sistem pendidikan
STISDARUSSALAMSTISDARUSSALAM Oleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang interaksi ini penting untuk mengembangkan hukum yang progresif di Indonesia, yang mampu menjawab tantangan-tantanganOleh sebab itu, pemahaman mendalam tentang interaksi ini penting untuk mengembangkan hukum yang progresif di Indonesia, yang mampu menjawab tantangan-tantangan
UNSULBARUNSULBAR 442 telur, dengan tingkat keberhasilan penetasan 94 %, menghasilkan 1. 362 tukik, 53 telur gagal menetas, dan 27 tukik mati. Analisis faktor lingkungan442 telur, dengan tingkat keberhasilan penetasan 94 %, menghasilkan 1. 362 tukik, 53 telur gagal menetas, dan 27 tukik mati. Analisis faktor lingkungan
DINIYAHDINIYAH Sebagian bencana dikarenakan tindakan manusia yang berlaku malampaui batas pada alam dan lingkungan sosial. Tulisan ini juga menyuarakan perlindungan kepadaSebagian bencana dikarenakan tindakan manusia yang berlaku malampaui batas pada alam dan lingkungan sosial. Tulisan ini juga menyuarakan perlindungan kepada
UNSURIUNSURI Putusan ini dipandang sebagai kemenangan bagi masyarakat sipil. Namun, artikel ini berpendapat bahwa putusan Mahkamah Konstitusi tidak akan berdampak signifikanPutusan ini dipandang sebagai kemenangan bagi masyarakat sipil. Namun, artikel ini berpendapat bahwa putusan Mahkamah Konstitusi tidak akan berdampak signifikan
UnnasUnnas 14 tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pemerintah berupa implemetasi kebijakan tersebut semata‑mata untuk14 tahun 2011 tentang RTRW Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pemerintah berupa implemetasi kebijakan tersebut semata‑mata untuk
Useful /
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Hasil penelitian menunjukkan: (1) model GI dan TAPPS memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensionalHasil penelitian menunjukkan: (1) model GI dan TAPPS memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Tujuan penelitian ini adalah membentuk model fuzzy untuk data time series menggunakan metode tabel lookup dengan transformasi logaritma dan diferensi sertaTujuan penelitian ini adalah membentuk model fuzzy untuk data time series menggunakan metode tabel lookup dengan transformasi logaritma dan diferensi serta
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap lanskap tradisionalisme pendidikan pesantren saat ini, serta menjawab berbagai permasalahan yang menghantui bilik-bilikPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap lanskap tradisionalisme pendidikan pesantren saat ini, serta menjawab berbagai permasalahan yang menghantui bilik-bilik
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Rata‑rata kemampuan literasi statistik pada siklus pertama adalah 65,86, siklus kedua 80,44, siklus ketiga 80,88, dan siklus keempat 77,67. AnalisisRata‑rata kemampuan literasi statistik pada siklus pertama adalah 65,86, siklus kedua 80,44, siklus ketiga 80,88, dan siklus keempat 77,67. Analisis