UnsilUnsil
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training)Penelitian ini mengkaji secara mendalam pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan di Provinsi Aceh dengan fokus pada kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan mutu olahraga di lingkungan pendidikan. Kajian ini menyoroti tiga aspek utama, yaitu peningkatan kompetensi tenaga pendidik pendidikan jasmani, penyediaan sarana dan prasarana olahraga, serta dukungan terhadap pembinaan prestasi peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Aceh serta observasi di beberapa sekolah menengah yang menjadi lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Aceh telah melakukan berbagai upaya strategis seperti peningkatan kapasitas guru PJOK melalui pelatihan dan sertifikasi, pengembangan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler berbasis olahraga, serta memperluas akses kompetisi olahraga pelajar di tingkat daerah dan nasional. Selain itu, penguatan sarana dan prasarana olahraga dilakukan melalui pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) guna meningkatkan kualitas pembelajaran jasmani di sekolah. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi pemerataan fasilitas olahraga antarwilayah, keterbatasan pembaruan data dalam sistem dapodik, serta belum optimalnya penerapan kurikulum olahraga berbasis kearifan lokal. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan lembaga olahraga dalam membangun sistem pembinaan olahraga pendidikan yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemajuan olahraga di Provinsi Aceh.
Kebijakan olahraga pendidikan di Aceh telah bergerak dari paradigma administratif menuju paradigma transformasional.Dinas Pendidikan kini berperan sebagai agen perubahan sosial melalui olahraga, yang membentuk karakter, memperkuat kebugaran, dan melestarikan budaya.Pendekatan sistemik, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi praktik terbaik bagi daerah lain dalam mengimplementasikan amanat keolahragaan.
Pertama, perlu dikaji efektivitas kebijakan nilai akademik maksimal bagi siswa berprestasi olahraga, apakah benar-benar mendorong keseimbangan prestasi akademik dan non-akademik atau justru menimbulkan ketidakadilan di kalangan siswa. Kedua, sebaiknya diteliti bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PJOK di sekolah terpencil dibandingkan sekolah perkotaan, mengingat kesenjangan fasilitas dan akses pelatihan guru yang signifikan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang model pembinaan berjenjang dari tingkat dasar hingga menengah, terutama untuk melihat celah dalam sistem Talent Identification and Development (TID) di Aceh agar bisa dirancang jalur pembinaan atlet yang berkelanjutan dan inklusif. Selain itu, penting untuk mengevaluasi sejauh mana integrasi olahraga tradisional Aceh dalam kurikulum PJOK memengaruhi minat siswa dan pelestarian budaya lokal. Penelitian lanjutan juga bisa menguji peran Gedung B Dinas Pendidikan sebagai pusat olahraga provinsi, apakah mampu menjadi hub kolaboratif antara sekolah, universitas, dan KONI. Kajian tentang dampak program CSR dan kemitraan masyarakat terhadap perbaikan sarana olahraga juga layak dilakukan untuk memahami keberlanjutan pendanaan di luar anggaran pemerintah. Terakhir, perlu diteliti efektivitas program inklusi siswa disabilitas dalam kegiatan olahraga sekolah, termasuk faktor pendukung dan penghambat partisipasi mereka secara aktif.
- Implementasi Kebijakan Olahraga Pendidikan sebagai Upaya Pembangunan Melalui Olahraga Berdasarkan Undang-Undang... doi.org/10.17509/jtikor.v5i1.23824Implementasi Kebijakan Olahraga Pendidikan sebagai Upaya Pembangunan Melalui Olahraga Berdasarkan Undang Undang doi 10 17509 jtikor v5i1 23824
- Continuous Professional Development (CPD) Model Development for Vocational Lecturers | Dinamika Bahari.... ejurnal.pip-semarang.ac.id/index.php/jdb/article/view/344Continuous Professional Development CPD Model Development for Vocational Lecturers Dinamika Bahari ejurnal pip semarang ac index php jdb article view 344
| File size | 315.69 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Dengan penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, diharapkan TPQ Nurul Hikmah dapat terusDengan penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, diharapkan TPQ Nurul Hikmah dapat terus
AFEKSIAFEKSI Kolaborasi antara guru muda yang melek teknologi dengan guru senior serta dukungan infrastruktur digital menjadi faktor kunci, meskipun masih terdapatKolaborasi antara guru muda yang melek teknologi dengan guru senior serta dukungan infrastruktur digital menjadi faktor kunci, meskipun masih terdapat
AFEKSIAFEKSI Perkembangan pondok pesantren pada masa kini menunjukkan bahwa fungsinya tidak hanya terbatas sebagai lembaga pendidikan nonformal, tetapi juga sebagaiPerkembangan pondok pesantren pada masa kini menunjukkan bahwa fungsinya tidak hanya terbatas sebagai lembaga pendidikan nonformal, tetapi juga sebagai
AFEKSIAFEKSI Rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat validitas adalah rumus Aikens V dengan nilai validitas 0,91 yang dinyatakan valid dan tingkat praktikalitasRumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat validitas adalah rumus Aikens V dengan nilai validitas 0,91 yang dinyatakan valid dan tingkat praktikalitas
AFEKSIAFEKSI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 1 PurworejoPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Purworejo
AFEKSIAFEKSI Teknik analisis data dalam penelitian ini secara teoritis menggunakan cara yang dikembangkan oleh Moleong, yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data,Teknik analisis data dalam penelitian ini secara teoritis menggunakan cara yang dikembangkan oleh Moleong, yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data,
AFEKSIAFEKSI Studi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dariStudi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain eksperimen semu tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari
AFEKSIAFEKSI Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, keberagaman kemampuan siswa, dan sarana terbatas, sehingga menjadi tantangan dalam menciptakan pembelajaranKendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, keberagaman kemampuan siswa, dan sarana terbatas, sehingga menjadi tantangan dalam menciptakan pembelajaran
Useful /
AFEKSIAFEKSI Hasilnya memperkuat relevansi antara karakter Semar dan standar kompetensi konselor yang ditetapkan oleh ASCA dan ABKIN, menegaskan pentingnya integrasiHasilnya memperkuat relevansi antara karakter Semar dan standar kompetensi konselor yang ditetapkan oleh ASCA dan ABKIN, menegaskan pentingnya integrasi
AFEKSIAFEKSI Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,030, yang berada di bawah ambang batas 0,05, menandakan adanya perbedaan yang substansial antaraHasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,030, yang berada di bawah ambang batas 0,05, menandakan adanya perbedaan yang substansial antara
AFEKSIAFEKSI Rendahnya keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran menjadi kendal yang perlu diselesaikan. Salah satu elemen yang berkontribusiRendahnya keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran menjadi kendal yang perlu diselesaikan. Salah satu elemen yang berkontribusi
POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY Ketebalan perkerasan yang direkomendasikan adalah 35 inci (88,9 cm) berdasarkan metode FAA dan 34,29 inci (87,09 cm) menggunakan program FAARFIELD. HasilKetebalan perkerasan yang direkomendasikan adalah 35 inci (88,9 cm) berdasarkan metode FAA dan 34,29 inci (87,09 cm) menggunakan program FAARFIELD. Hasil