AFEKSIAFEKSI
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanTPQ merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal di tengah masyarakat. TPQ bukan hanya tempat untuk belajar membaca Al-Quran, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius anak sejak dini. Salah satunya adalah TPQ Nurul Hikmah di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. TPQ Nurul Hikmah bukan hanya tempat untuk belajar Al-Quran, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius pada anak yang memberikan banyak program kegiatan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala diantaranya yaitu kendala jumlah santri yang belum jelas karena terkadang tiba-tiba masuk dan terkadang tiba-tiba keluar begitu saja, ada yang pamit dan ada yang berhenti begitu saja, sehingga membuat keadaan terkadang menjadi kurang kondusif. Selain itu, sarana dan prasarana juga masih sangat minim. Namun demikian pengurus TPQ sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala yang ada, yaitu dengan pendekatan pembelajaran interaktif dan mengadakan pertemuan rutin bagi para guru dan wali santri serta menggunakan secara maksimal sarana dan prasarana yang sudah ada. Dengan mengajarkan pendidikan agama sejak usia dini, anak-anak akan memiliki karakter religius dan akhlak yang baik. Pemberian bekal ilmu agama sejak dini ini merupakan awal yang baik bagi pertumbuhan moral anak.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Hikmah memiliki peran yang strategis dalam mendukung pembentukan karakter religius sejak usia dini.Sebagai lembaga pendidikan agama non formal, TPQ Nurul Hikmah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca dan menulis Al-Quran, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak mulia, serta pengembangan spiritual anak secara komprehensif.Program-program yang dilaksanakan, seperti pengajaran Al-Quran, menghafal doa-doa harian dengan praktik dan ibadah sehari-hari, Ziarah kubur, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, menunjukkan bahwa TPQ Nurul Hikmah memiliki pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai agama dan karakter pada anak sejak usia dini.Proses pembelajaran yang dilaksanakan di TPQ Nurul Hikmah tidak hanya meningkatkan kemampuan keagamaan anak, tetapi juga membentuk kepribadian dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai terpuji, seperti jujur, sabar, disiplin, dan percaya diri, meskipun tidak langsung terlihat, tetapi sedikit demi sedikit akan tertanam dalam diri anak.Tahapan pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak memudahkan proses internalisasi nilai-nilai tersebut, karena materi yang disampaikan sesuai dengan pemahaman dan psikologi anak.Selain itu, berbagai kegiatan pendukung yang bersifat spiritual dan sosial juga memberikan pengalaman nyata bagi anak untuk menghayatinya secara utuh, bukan hanya sekedar teori, tetapi juga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.Dengan demikian, TPQ Nurul Hikmah terbukti sebagai lembaga pendidikan non formal efektif mencetak generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Quran, tetapi juga berakhlak mulia.Selain dari aspek kelembagaan dan metode pengajaran, peran orang tua tidak kalah penting dalam mendukung keberhasilan program pendidikan karakter keagamaan di TPQ.Orang tua perlu terlibat aktif dalam proses mendidik anak-anaknya, sehingga nilai-nilai yang telah diajarkan di TPQ dapat terimplementasi melalui kebiasaan dan keteladanan di lingkungan rumah.Kerjasama yang sinergis antara pihak TPQ dan orang tua akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara emosional dan sosial.Dengan segala potensi kekuatan dan tantangan yang ada, TPQ Nurul Hikmah membuktikan bahwa pendidikan agama non formal dapat menjadi alternatif dan solusi efektif dalam menjawab kebutuhan pendidikan karakter religius pada anak.Dengan penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, diharapkan TPQ Nurul Hikmah dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi yang berkarakter Qurani dan religius.
Untuk meningkatkan efektivitas pembentukan karakter religius anak usia dini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif di TPQ. Selain itu, studi komparatif antara TPQ dengan lembaga pendidikan formal dalam hal pembentukan karakter religius dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian tentang peran orang tua dalam mendukung program pendidikan karakter keagamaan di TPQ juga dapat menjadi arah studi yang menarik.
| File size | 500.29 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan tinjauan dokumen. DataPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan tinjauan dokumen. Data
UPSUPS Analisis ini mengacu pada lima nilai multikulturalisme yang dicetuskan oleh Wakano, yaitu: (1) nilai inklusifitas, yang menggambarkan penerimaan terhadapAnalisis ini mengacu pada lima nilai multikulturalisme yang dicetuskan oleh Wakano, yaitu: (1) nilai inklusifitas, yang menggambarkan penerimaan terhadap
UPSUPS Artikel ini mengembangkan kerangka kerja tata kelola–budaya–agen untuk transisi dari model bisnis linear ke regeneratif dengan menginterpretasi ulangArtikel ini mengembangkan kerangka kerja tata kelola–budaya–agen untuk transisi dari model bisnis linear ke regeneratif dengan menginterpretasi ulang
UPSUPS Tujuan utama pengembangan e-modul adalah meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep. Materi yang dominan dikembangkan adalah IPA tematik, atau IPAS,Tujuan utama pengembangan e-modul adalah meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep. Materi yang dominan dikembangkan adalah IPA tematik, atau IPAS,
DINAMIKADINAMIKA Oleh karena itu, ada beberapa saran yang dapat dilakukan, yaitu melakukan pemantauan dan tindak lanjut berdasarkan informasi dari pengurus MGMP SosiologiOleh karena itu, ada beberapa saran yang dapat dilakukan, yaitu melakukan pemantauan dan tindak lanjut berdasarkan informasi dari pengurus MGMP Sosiologi
AFEKSIAFEKSI Permainan tradisional berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pedagogis yang menyenangkan dan sarat nilai budaya lokal. Studi ini bertujuanPermainan tradisional berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pedagogis yang menyenangkan dan sarat nilai budaya lokal. Studi ini bertujuan
AFEKSIAFEKSI Data diperoleh melalui tes hasil belajar yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Analisis data menggunakan t-test untuk membandingkan hasil belajar antaraData diperoleh melalui tes hasil belajar yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Analisis data menggunakan t-test untuk membandingkan hasil belajar antara
AFEKSIAFEKSI Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang menstimulasiLatar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang menstimulasi
Useful /
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Ketika menganalisis data, mereka menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Collaborative Translation efektif dalam meningkatkanKetika menganalisis data, mereka menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Collaborative Translation efektif dalam meningkatkan
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Nilai-nilai amanah, adil, ikhlas, musyawarah, dan itqan merupakan fondasi filosofis dalam membangun manajemen pendidikan Islam yang berkarakter dan berkeadilan.Nilai-nilai amanah, adil, ikhlas, musyawarah, dan itqan merupakan fondasi filosofis dalam membangun manajemen pendidikan Islam yang berkarakter dan berkeadilan.
AFEKSIAFEKSI Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, peninjauan dokumen kurikulum, dan wawancara menyeluruh dengan kepala sekolah, guru, dan tenagaData dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, peninjauan dokumen kurikulum, dan wawancara menyeluruh dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga
AFEKSIAFEKSI Rata-rata Posttest kelompok eksperimen naik dari 56,96 menjadi 75,56 (N-Gain 0,43 kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol dari 59,52 menjadi 69,59Rata-rata Posttest kelompok eksperimen naik dari 56,96 menjadi 75,56 (N-Gain 0,43 kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol dari 59,52 menjadi 69,59