AFEKSIAFEKSI

Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui dan memahami bagaimana cara subjek berdamai dengan diri sendiri pada kondisi perceraian orang tua. (2) Mengidentifikasi dan menganalisis pembentukan penerimaan diri pada subjek korban perceraian orang tua. (3) Mendeskripsikan dan memahami aspek psikologis pada subjek yang berperan dalam membentuk penerimaan diri setelah perceraian orang tua terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan kisaran usia 20-22 tahun dan berjumlah tiga (3) orang yang sesuai dengan kriteria penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini secara teoritis menggunakan cara yang dikembangkan oleh Moleong, yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data, coding yang dilakukan secara manual, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan dalam proses penerimaan diri pada setiap individu korban perceraian orang tua. Terdapat subjek yang memilih untuk berfokus pada nilai-nilai hidup dan komunikasi efektif dengan orang tua, serta melihat pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk masa depan. Strategi penerimaan yang cenderung pasif dan internal, seperti mengembangkan pola pikir β€œlet it go, serta mengalihkan emosi melalui hobi dengan bermain game dan musik menjadi salah satu pilihan bagi sebagian subjek yang juga menekankan penerimaan takdir dan menjadi lebih mandiri setelah hidup sendiri. Sementara itu, subjek lainnya memilih belajar menjadi individu yang lebih mandiri, mencari dukungan dari sahabat, dan melakukan aktivitas self-care untuk pemulihan, serta berusaha memaafkan diri sendiri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap subjek menunjukkan perbedaan dalam menghadapi kondisi perceraian orang tua.MC cenderung mengambil pendekatan aktif dan konstruktif, JB memilih strategi pasif dan internal, dan ST menunjukkan respons yang lebih emosional dan beragam.Perbedaan ini menunjukkan bahwa proses penerimaan diri pasca-perceraian orang tua sangat individual dan disebabkan oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Secara keseluruhan, dinamika psikologis dari masing-masing subjek mencerminkan kemampuan manusia untuk merespons dan menemukan makna dalam penderitaan.

Berdasarkan temuan penelitian, studi lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran dukungan sosial dari keluarga dan komunitas dalam proses penerimaan diri individu korban perceraian orang tua, khususnya dengan membandingkan efektivitas berbagai jenis dukungan yang diterima. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi psikologis yang lebih spesifik dan terarah, yang disesuaikan dengan gaya coping dan karakteristik individu korban perceraian, dengan mempertimbangkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan latar belakang budaya. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak jangka panjang perceraian orang tua terhadap perkembangan psikologis dan sosial individu, termasuk dalam hal pembentukan hubungan interpersonal, kesehatan mental, dan pencapaian tujuan hidup, dengan menggunakan metode longitudinal untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu.

Read online
File size177.7 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test