SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Penelitian ini mengusulkan metode memproduksi karbon aktif dari sekam padi dengan proses karbonasi, aktivasi fisika dan aktivasi kimia menggunakan NaOH. Unjuk kerja karbon aktif diuji dengan percobaan secara batch dimana sistem adsorpsi mengandung 1 g karbon aktif sekam padi di dalam 100 ml limbah cair artifisial dengan konsentrasi awal ion Cu(II) sebesar 148,26 mg/L, pH awal 6 pada suhu 27 oC dan tekanan 1 atm untuk menentukan efisiensi reduksi ion Cu(II) terhadap waktu kontak dan keberadaan pengadukan pada aktivasi kimia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi reduksi ion Cu(II) oleh karbon aktif sekam padi naik secara eksponensial seiring dengan pertambahan waktu kontak dengan nilai maksimum sebesar 74,33 % pada waktu kontak 90 menit. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengadukan pada aktivasi kimia menaikkan efisiensi reduksi ion Cu(II) sebesar 14,94 %. Studi kinetika adsorpsi menunjukkan bahwa reduksi ion Cu(II) mengikuti persamaan kinetika adsorpsi pseudo-orde dua dengan kapasitas adsorpsi sebesar 10,18 mg/g dan konstanta laju adsorpsi sebesar 0,0013 g/mg.menit untuk karbon aktif sekam padi tanpa pengadukan pada aktivasi kimia. Pengadukan pada aktivasi kimia meningkat kapasitas dan konstanta laju adsorpsi menjadi 12,07 mg/g dan 0,0052 g/mg.menit secara berturut-turut.

Penelitian ini berhasil memproduksi karbon aktif dari sekam padi melalui proses karbonasi, aktivasi fisika, dan aktivasi kimia dengan NaOH.Karbon aktif yang dihasilkan menunjukkan efisiensi reduksi ion Cu(II) maksimum sebesar 74,33% dalam 90 menit, dengan pengadukan pada aktivasi kimia meningkatkan efisiensi sebesar 14,94%.Studi kinetika adsorpsi mengindikasikan bahwa reduksi ion Cu(II) mengikuti model pseudo-orde dua, dan pengadukan secara signifikan meningkatkan kapasitas serta laju adsorpsi.

Penelitian ini membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut untuk memaksimalkan potensi karbon aktif dari sekam padi dalam penanganan limbah. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah menyelidiki bagaimana efisiensi reduksi dan kapasitas adsorpsi ion Cu(II) dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan berbagai parameter kunci dalam proses adsorpsi itu sendiri. Sebagai contoh, studi dapat berfokus pada variasi dosis karbon aktif, penyesuaian pH larutan limbah, pengaturan suhu proses, atau penentuan konsentrasi awal ion tembaga yang berbeda, untuk menemukan kondisi operasional yang paling efektif. Selain itu, mengingat bahwa jenis dan kondisi aktivasi berperan penting dalam menghasilkan karakteristik karbon aktif, akan sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi penggunaan jenis aktivator kimia lain, seperti KOH atau ZnCl2, atau memvariasikan suhu dan durasi aktivasi fisika dan kimia. Hal ini bertujuan untuk menciptakan karbon aktif dengan struktur pori dan gugus fungsional yang lebih optimal, yang dapat berujung pada peningkatan kapasitas serta selektivitas adsorpsi. Selanjutnya, untuk memastikan kelayakan aplikasi di industri, penelitian lanjutan perlu menguji kinerja karbon aktif ini dalam kondisi yang lebih realistis. Ini berarti menginvestigasi kemampuannya mereduksi ion Cu(II) dari limbah cair multi-komponen, atau bahkan limbah industri sesungguhnya, yang mungkin mengandung berbagai jenis polutan lain. Tidak kalah penting adalah pengembangan model adsorpsi dalam sistem berkelanjutan, bukan hanya batch, dan eksplorasi metode regenerasi karbon aktif yang efektif dan ekonomis, sehingga material adsorben dapat digunakan kembali dan mengurangi biaya operasional secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan wawasan komprehensif untuk implementasi teknologi ini pada skala yang lebih besar.

Read online
File size418.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test