STIESTEKOMSTIESTEKOM

Education : Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanEducation : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Alice in Wonderland telah menjadi film yang populer. Banyak karakter di dalamnya memiliki kepribadian menarik, seperti Alice yang merupakan sosok yang dapat diandalkan, Mad Hatter yang memiliki emosi tidak menentu, dan Ratu Putih yang merupakan sosok manusia positif. Fenomena ini menarik untuk diamati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kepribadian Big Five (OCEAN) dalam film ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data, mengklasifikasikan, mengidentifikasi, serta menganalisis dialog dan monolog dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Neurotisisme menunjukkan tingkat tertinggi karena kepribadian emosional terkait dengan konflik dalam film di mana para tokohnya sering mengalami perubahan emosi, sementara Keterbukaan terhadap pengalaman berada pada tingkat terendah. Alice mendapatkan kesempatan baru dalam film ketika ia membunuh Jabberwocky.

Dalam kehidupan sehari-hari sebagai makhluk sosial, manusia tidak terlepas dari interaksi dengan orang di sekitarnya, di mana masing-masing memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda.Penelitian ini menunjukkan bahwa Neurotisisme memiliki tingkat tertinggi karena kaitannya dengan konflik emosional dalam film, sedangkan Keterbukaan terhadap pengalaman berada pada tingkat terendah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh usia penonton terhadap persepsi mereka terhadap kepribadian karakter dalam film, mengingat film seperti Alice in Wonderland ditonton oleh berbagai kalangan usia, sehingga menarik untuk mengeksplorasi apakah anak-anak, remaja, dan dewasa mempersepsikan kepribadian tokoh dengan cara yang berbeda. Kedua, dapat dikembangkan studi tentang perubahan kepribadian karakter utama sepanjang alur cerita menggunakan pendekatan longitudinal dalam narasi, untuk melihat apakah transformasi Alice dari ragu-ragu menjadi pemberani mencerminkan perkembangan psikologis yang dapat diukur berdasarkan dimensi Big Five. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana variasi budaya penonton memengaruhi interpretasi terhadap ekspresi kepribadian dalam film, misalnya apakah nilai-nilai seperti kesopanan atau keberanian dalam karakter Ratu Putih atau Alice dipahami secara berbeda di masyarakat kolektivis dibanding individualis, sehingga dapat membuka ruang untuk studi lintas budaya dalam analisis karakter film.

Read online
File size1.18 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test