UMPOUMPO

Muaddib : Studi Kependidikan dan KeislamanMuaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman

Proses pembelajaran sangat memerlukan penilaian untuk mengetahui efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Penilaian dalam proses pembelajaran bertujuan untuk mengetahui berbagai aspek terkait perkembangan dan interaksi, sehingga pembelajaran diharapkan dapat berorientasi pada pengembangan penilaian kualitas pembelajaran di sekolah. Hasil penilaian dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, penilaian harus dipandang sebagai hal penting yang dapat memberikan masukan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Mata pelajaran umum di MI Muhammadiyah 5 Wonoasri menggunakan kurikulum KTSP. Sejalan dengan karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang berorientasi pada penguasaan kompetensi, sistem penilaian yang diterapkan adalah sistem penilaian berbasis kompetensi. Dengan demikian, standar penilaian pendidikan untuk kurikulum berbasis kompetensi merupakan sistem penilaian yang berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam kurikulum. Pada kurikulum 2013 yang diterapkan pada mata pelajaran agama, penilaian yang dilakukan adalah penilaian autentik.

Penilaian merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang membantu guru mengevaluasi efektivitas kurikulum, strategi pengajaran, serta aktivitas belajar yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa.Kurikulum 2013 menekankan penilaian autentik yang komprehensif sesuai dengan standar penilaian pendidikan, namun dalam pelaksanaannya di MI Muhammadiyah 5 Wonoasri, penilaian masih menggunakan sistem KTSP meskipun materi mengacu pada kurikulum 2013.Hal ini disebabkan oleh kesiapan, pemahaman, dan sumber daya manusia yang belum memadai dalam menerapkan penilaian berdasarkan kurikulum 2013.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji bagaimana penerapan penilaian autentik berbasis kurikulum 2013 dapat disesuaikan dengan kondisi guru yang belum sepenuhnya siap, melalui pelatihan berjenjang dan dukungan teknis berkelanjutan. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang pengaruh kombinasi sistem penilaian KTSP dan kurikulum 2013 terhadap perkembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa secara holistik, untuk mengevaluasi efektivitas dualisme kurikulum tersebut. Ketiga, diperlukan penelitian yang mengeksplorasi desain sistem penilaian yang lebih sederhana namun tetap memenuhi prinsip autentik, terutama untuk sekolah dengan keterbatasan sumber daya, agar penilaian dapat dilakukan secara konsisten, objektif, dan komprehensif tanpa memberatkan guru.

Read online
File size173.58 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test