UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Hutan tropis Indonesia, khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), memiliki peran penting dalam mendukung keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, pemanenan madu lebah hutan (Apis dorsata) yang dilakukan secara tradisional seringkali tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan ekologis, yang berpotensi merusak habitat lebah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi teknis dan ekologis pemburu lebah melalui pelatihan berbasis konservasi, yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan pendekatan partisipatif dalam lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas teknis, pemahaman ekologis, dan perubahan perilaku para pemburu lebah menuju praktik pemanenan yang lebih ramah lingkungan. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya model pemanenan madu yang berkelanjutan, yang tidak hanya melestarikan habitat lebah tetapi juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal.

Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan kapasitas teknis, pemahaman ekologis, serta perubahan perilaku pemburu lebah menuju praktik yang lebih berkelanjutan.Untuk pelaksanaan kegiatan lanjutan, direkomendasikan perluasan wilayah intervensi guna menjangkau lebih banyak komunitas pemburu lebah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak ekonomi dari model pemanenan madu berkelanjutan terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal, termasuk analisis biaya-manfaat yang komprehensif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada identifikasi dan pemetaan potensi keragaman genetik lebah Apis dorsata di TNGR, serta pengembangan strategi konservasi ex-situ untuk menjaga kelestarian spesies ini. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas berbagai metode komunikasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi lebah dan praktik pemanenan yang ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan dan program konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam TNGR. Dengan demikian, upaya pelestarian lebah hutan dan pemanenan madu berkelanjutan dapat terus ditingkatkan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

  1. Login. ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/29752Login ciptaan lisensi creative commons atribusi jurnal unpad ac prosiding article view 29752
  2. Ecology and Society: Community-Based Conservation and Traditional Ecological Knowledge: Implications... ecologyandsociety.org/vol18/iss4/art12Ecology and Society Community Based Conservation and Traditional Ecological Knowledge Implications ecologyandsociety vol18 iss4 art12
  3. Sebaran dan Karakter Morfologi Lebah Madu Hutan Apis dorsata (F.) di Pulau Sermata Kabupaten Maluku Barat... doi.org/10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2023.2.2.394Sebaran dan Karakter Morfologi Lebah Madu Hutan Apis dorsata F di Pulau Sermata Kabupaten Maluku Barat doi 10 30598 j agrosilvopasture tech 2023 2 2 394
Read online
File size774.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test