UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Diabetes Mellitus Tipe 2 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan tekanan psikologis dan spiritual yang signifikan. Lansia dengan DM sering kali menghadapi stres, depresi, dan kecemasan akibat pengelolaan penyakit yang kompleks dan berkelanjutan. Kondisi psikospiritual yang terganggu dapat memperburuk pengendalian kadar gula darah, meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan neuropati, serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kemandirian lansia dalam mengelola penyakit mereka sekaligus memperkuat kemandirian dan kesehatan psikologis serta kesejahteraan spiritual mereka melalui pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Mahatma RW.03 Manukan Kulon Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk edukasi berupa sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan terkait. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahamaan, ketrampilan, kesadaran dan peningkatan jumlah kunjungan posyandu. Serta terbentuknya aplikasi SGT DM Corner yang rancang khusus untuk pasien lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 khususnya serta lansia lain yang lebih luas. Diperlukan edukasi dan sosialisasi terstruktur agar lansia dapat patuh dalam pengobatan dan terhindar dari komplikasi Diabetes Mellitus tipe 2. Perlu peningkatan skill dan kemampuan kader posyandu khususnya dalam hal kesehatan. Sehingga menjadi rujukan dasar dalam palitif care di Posyandu Lansia. Posyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual Lansia.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan dalam bentuk sosialisasi penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan tentang Spiritual Group Therapy (SGT) sebagai Strategi Peningkatan Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual Lansia Penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 di Posyandu Lansia Mahatma Surabaya didapatkan peningkatan pemahamaan, ketrampilan, kesadaran dan peningkatan jumlah kunjungan posyandu.Serta terbentuknya aplikasi SGT DM Corner yang rancang khusus untuk pasien lansia dengan Diabetes Mellitus khususnya serta lansia lain yang lebih luas.Diperlukan edukasi dan sosialisasi terstruktur agar lansia dapat patuh dalam pengobatan dan terhindar dari komplikasi Diabetes Mellitus tipe 2.Perlu peningkatan skill dan kemampuan kader posyandu khususnya dalam hal kesehatan.Sehingga menjadi rujukan dasar dalam palitif care di Posyandu Lansia.Posyandu lansia terstruktur baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual Lansia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas SGT dalam jangka panjang terhadap pengendalian gula darah dan pencegahan komplikasi pada lansia dengan DM tipe 2. Penelitian ini dapat melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan hasil antara kelompok yang mengikuti SGT dengan kelompok yang tidak. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi lansia terhadap SGT, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi dan keberhasilan mereka. Hal ini dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan desain dan implementasi program SGT di masa depan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul SGT yang disesuaikan dengan karakteristik budaya dan agama yang berbeda di Indonesia, sehingga program ini dapat diimplementasikan secara lebih luas dan efektif di berbagai komunitas.

Read online
File size1.96 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test