HTPHTP
Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)Di Rokan Hulu terjadi peningkatan kasus DBD tiga tahun terakhir. Pada tahun 2008 tercatat 61 kasus (insiden 15,95 per 100.000 penduduk), tahun 2009 sebanyak 77 kasus (insiden 20,13 per 100.000 penduduk), dan tahun 2010 naik menjadi 79 kasus (insiden 20,65 per 100.000 penduduk). Angka insiden ini lebih besar dari angka insiden nasional yaitu 20 per 100.000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktror-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di RSUD Rokan Hulu tahun 2011. Jenis penelitian Kuantitatif Analitik Observasional dengan disain Kasus Kontrol. Jumlah sampel 400 responden terdiri dari 200 Kasus (penderita DBD) dan 200 Kontrol (bukan penderita DBD). Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel berhubungan dengan kejadian DBD adalah tempat penampungan air OR=3,768 (95% CI:2,492-5,699), Ketersediaan tutup penampung air OR=2,452 (95% CI:1,640-3,668), Frekuensi pengurasan penampung air OR=2,452 (95% CI:1,778-3,989), kepadatan rumah OR=3,331 (95% CI:2,207-5,027) dan umur OR=2,824 (95% CI:1,877-4,251). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel berhubungan bermakna adalah tempat penampung air OR=3,849 (95% CI:2,399-6,175), ketersediaan tutup penampung air OR=2,248 (95% CI:1,403-3,603), frekuensi pengurasan penampung air OR=2,238 (95% CI:1,399-3,579), kepadatan rumah OR=4,049 (95% CI:2,486-6,596), umur OR=2,845 (95% CI:1,768-4,577), jenis kelamin OR=0,613 (95% CI:0,379-0,992). Faktor risiko paling dominan terjadinya DBD adalah kepadatan rumah. Diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri.
Terdapat 6 faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DBD secara statistik, yaitu tempat penampung air, tutup penampungan air, frekuensi pengurasan air, kepadatan rumah, umur, dan jenis kelamin.Faktor risiko paling dominan untuk terjadinya DBD adalah kepadatan rumah.
Penelitian masa depan bisa menyelidiki dampak perbedaan tingkat pendidikan terhadap kemampuan masyarakat dalam menerapkan program 3M Plus pencegahan DBD. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai strategi PSN-DBD untuk menemukan model paling efektif di wilayah berpadat penduduk tinggi. Arah penelitian lain bisa mengeksplorasi hubungan antara perilaku menggantung pakaian secara tertentu dengan penyebaran jentik nyamuk, terutama di daerah rawan DBD.
| File size | 182.6 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Faktor pendidikan, pengetahuan, dan motivasi diri memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan diet DM tipe 2, sedangkan gender, pekerjaan, dukungan keluarga,Faktor pendidikan, pengetahuan, dan motivasi diri memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan diet DM tipe 2, sedangkan gender, pekerjaan, dukungan keluarga,
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Pencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah (DBD) semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemerintah saja, akan tetapi masyarakatPencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah (DBD) semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemerintah saja, akan tetapi masyarakat
HTPHTP Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebagai populasi seluruh penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30 tahunJenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebagai populasi seluruh penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30 tahun
UNIMMANUNIMMAN Berdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,005) maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuanBerdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,005) maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah kasus demam berdarah antara laki-laki dan perempuan. Temuan ini menunjukkanDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah kasus demam berdarah antara laki-laki dan perempuan. Temuan ini menunjukkan
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya jentik nyamuk pada tiga rumah serta masih banyaknya masyarakat yang menggantung pakaian kotor, menyimpan barangHal ini dibuktikan dengan ditemukannya jentik nyamuk pada tiga rumah serta masih banyaknya masyarakat yang menggantung pakaian kotor, menyimpan barang
INSCHOOLINSCHOOL Hasil positif ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan efektivitas intervensi edukasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.Hasil positif ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan efektivitas intervensi edukasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
IRPIIRPI Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat peningkatan kasus DBD tahun 2016 serta mengimplementasikan hasil prediksi ke dalam sistem. Metode prediksiTujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat peningkatan kasus DBD tahun 2016 serta mengimplementasikan hasil prediksi ke dalam sistem. Metode prediksi
Useful /
UNIMMANUNIMMAN (1) Hasil gambaran variabel kualitas sistem beserta 4 indikator dan variabel kinerja SDM beserta 6 indikator menunjukkan hasil ukur yang baik. (2) Hasil(1) Hasil gambaran variabel kualitas sistem beserta 4 indikator dan variabel kinerja SDM beserta 6 indikator menunjukkan hasil ukur yang baik. (2) Hasil
IRPIIRPI Berdasarkan pengujian dan analisis dari algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering untuk mengelompokkan titik panas Provinsi Jambi tahun 2019 yangBerdasarkan pengujian dan analisis dari algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering untuk mengelompokkan titik panas Provinsi Jambi tahun 2019 yang
IRPIIRPI Maka diperlukannya pengolahan data untuk mengetahui daerah kabupaten/kota yang sering terjadi bencana tanah longsor. Peneliti menggunakan pengolahan dataMaka diperlukannya pengolahan data untuk mengetahui daerah kabupaten/kota yang sering terjadi bencana tanah longsor. Peneliti menggunakan pengolahan data
IRPIIRPI Proses pengelompokkan ini dilakukan dengan menggunakan metode clustering, salah satunya yaitu metode K-Medoids. Data pada penelitian ini diambil dari dataProses pengelompokkan ini dilakukan dengan menggunakan metode clustering, salah satunya yaitu metode K-Medoids. Data pada penelitian ini diambil dari data