LITERASISAINSLITERASISAINS

ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan TeknologiABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi

Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang strategis adalah pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang cara mengelola limbah rumah tangga secara kreatif dan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk mendidik orang-orang tentang cara mengubah limbah yang tidak berguna menjadi produk yang memiliki potensi ekonomi yang besar. Di Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, ada 15 peserta yang terdiri dari kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan warga aktif masyarakat. Pelatihan diadakan di rumah salah satu kader posyandu lokal yang dipilih secara strategis dan mudah dijangkau oleh peserta. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah secara langsung (hands-on training), dimana para peserta tidak hanya menyimak penjelasan teori, namun juga secara aktif menyaksikan dan mempraktekkan setiap tahapan proses pembuatan lilin aromaterapi. Selama proses ini, peserta mempelajari metode pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif untuk menghilangkan warna gelap dan bau tengik, serta untuk mencampurkannya dengan bahan-bahan seperti parafin, pewarna lilin, dan minyak esensial untuk memberi lilin aroma alami. Pengalaman langsung yang memfasilitasi pemahaman dan keterampilan peserta diperoleh melalui pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat dapat membuat lilin aromaterapi yang ramah lingkungan, menarik secara estetika, dan berpotensi menghasilkan keuntungan finansial. Diharapkan bahwa pelatihan ini bukan hanya kegiatan sementara; itu akan menjadi titik awal untuk membangun usaha kerajinan tangan dengan bahan daur ulang di Desa Melis dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Desa Melis terbukti meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.Kegiatan ini tidak hanya mengedukasi peserta tentang bahaya limbah minyak bagi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis.Antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membuka wawasan dan memotivasi mereka untuk berinovasi dalam memanfaatkan limbah.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis arang aktif dalam proses pemurnian minyak jelantah untuk mendapatkan kualitas lilin aromaterapi yang optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi lilin aromaterapi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami lokal sebagai pengganti parafin, sehingga menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Ketiga, penting untuk mengkaji model bisnis yang tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha kerajinan lilin aromaterapi di Desa Melis, termasuk strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan akses terhadap permodalan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

  1. Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi | Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan... doi.org/10.62383/kolaborasi.v2i3.212Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Kolaborasi Jurnal Hasil Kegiatan doi 10 62383 kolaborasi v2i3 212
  2. IPB University. ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.289IPB University ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi 10 24156 jikk 2020 13 3 289
Read online
File size443.57 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test