WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pengabdian West ScienceJurnal Pengabdian West Science

Keberhasilan pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh tenaga pendidik, khususnya guru. Namun, faktor lain, seperti kepala sekolah, pemilik, orang tua, lingkungan, dan semua orang lain yang berkontribusi pada proses guru mencapai tujuan pendidikan, juga berkontribusi. Oleh karena itu, peran ini memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat aktifitas belajar siswa selama proses pembelajaran. Guru juga bertanggung jawab untuk merencanakan, membimbing, menilai, dan mendorong siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru agama islam dapat melakukan hal-hal berikut untuk meningkatkan motivasi siswa: memberikan ganjaran, menumbuhkan minat, menjelaskan tujuan akhir pembelajaran, memberikan tugas, mengadakan ulangan, membuat kompetisi, dan memberi siswa skor. Namun, ada elemen pendukung yang dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar di SMPN 4 Curugkembar Desa Sindangraja.

Guru pendidikan agama islam dapat mengelompokkan motivasi belajar siswa ke dalam tiga kategori.tinggi, sedang, dan rendah, serta menerapkan strategi yang sesuai untuk masing-masing kelompok.Faktor pendukung seperti sarana dan prasarana lengkap, lingkungan yang aman, dukungan guru non-agama, dan kondisi ekonomi memadai turut mendorong motivasi belajar siswa.Sebaliknya, rendahnya semangat belajar yang dipengaruhi oleh lingkungan menjadi faktor penghambat utama dalam proses pembelajaran di SMPN 4 Curugkembar Desa Sindangraja.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi e-learning atau media sosial edukatif, terhadap peningkatan motivasi belajar agama pada siswa dengan motivasi rendah di sekolah menengah pertama. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran kolaboratif antara guru agama dan guru mata pelajaran umum dalam membangun lingkungan belajar yang saling mendukung dan meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran agama. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana program pendampingan keluarga berbasis komunitas dapat memperkuat motivasi belajar agama di rumah, terutama bagi siswa dari latar belakang ekonomi terbatas, dengan melibatkan peran orang tua dan tokoh agama setempat secara terintegrasi. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini dengan pendekatan yang lebih holistik, menyentuh aspek teknologi, keterlibatan guru lintas disiplin, dan peran ekosistem pendidikan di luar kelas. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar agama tidak hanya bergantung pada upaya guru di kelas, tetapi juga didukung oleh inovasi pembelajaran, kolaborasi sekolah, dan keterlibatan masyarakat sekitar secara sistematis.

Read online
File size372.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test