DINUSDINUS

CITRAKARACITRAKARA

Satwa liar merujuk pada spesies hewan yang tidak dijinakkan, sudah meliputi seluruh organisme yang hidup secara liar di daerah yang tidak sering bersentuhan langsung dengan manusia. Peran satwa liar dalam keberlangsungan ekosistem menurut lembaga konservasi dunia, yaitu sebagai komponen penyumbang stabilitas ekologis serta pemantau pencemaran lingkungan. Metode perancangangan yang digunakan yaitu 5 tahap proses desain menurut Robin Landa, diantaranya orientasi, analisis, konsep, desain, dan implementasi. Terdapat beberapa penyebab mengapa banyak didapati satwa yang berstatus terancam punah di Indonesia antara lain, konflik manusia dan satwa liar yang dipicu oleh kegiatan manusia di habitat alami satwa, seperti pembukaan lahan dengan perambahan atau pembalakan, transfigurasi hutan menjadi perkebunan sawit. Hal tersebut dapat terjadi akibat kurangnya sosialisasi informasi dan rasa kepedulian kita terhadap satwa liar.

Populasi satwa liar di Indonesia menurun dalam empat puluh tahun terakhir disebabkan aktivitas manusia seperti domestikasi, perusakan lahan, dan perdagangan ilegal.Penurunan ini dipicu oleh kurangnya sosialisasi informasi serta kepedulian publik terhadap satwa liar.Buku ilustrasi ini dibuat untuk mengajak orang tua mengajarkan berbagai satwa kepada anak guna menumbuhkan empati sejak dini dan mengurangi ancaman terhadap satwa di masa depan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana versi e‑book interaktif dari buku ilustrasi satwa liar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap konservasi pada anak usia 6‑11 tahun dibandingkan versi cetak tradisional, dengan menggunakan desain eksperimental dan instrumen kuesioner yang telah divalidasi. Selanjutnya, studi dapat meneliti efektivitas penambahan teknologi augmented reality (AR) pada halaman buku ilustrasi untuk menumbuhkan empati dan kepedulian anak terhadap satwa liar, dengan mengukur perubahan persepsi melalui wawancara semi‑struktur dan observasi perilaku. Penelitian juga dapat mengeksplorasi variasi tingkat kesadaran dan pemahaman tentang satwa liar di antara anak‑anak dari berbagai provinsi Indonesia, sehingga dapat mengidentifikasi faktor budaya, akses media, dan lingkungan yang memengaruhi keberhasilan program edukasi, dengan pendekatan survei multinasional. Selain itu, penelitian kualitatif dapat menggali persepsi orang tua dan guru mengenai integrasi konten konservasi dalam kurikulum sekolah dasar, untuk merumuskan pedoman implementasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Semua temuan tersebut diharapkan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan materi edukasi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak dalam upaya melestarikan satwa liar di Indonesia.

  1. #pendidikan anak#pendidikan anak
  2. #satwa liar#satwa liar
Read online
File size1.29 MB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-2CS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test