UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahLatar Belakang: Penggunaan anastesi spinal lebih banyak disukai dibandingkan anastesi general karena memudahkan pemantauan risiko komplikasi. Shivering diketahui sebagai komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal dengan insidensi 40–70%. Kejadian shivering harus segera dicegah dan diatasi agar tidak menimbulkan risiko yang membahayakan pasien, salah satunya dengan menerapkan Enhanced Recovery After Caesarea Surgery (ERACS). Tujuan: mengetahui perbedaan kejadian shivering pada pasien sectio caesarea dengan metode spinal anastesi ERACS dengan Non ERACS. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif komparatif dengan desain case control. Sampel adalah pasien persalinan sectio caesarea di RSUD tahun 2025 sebanyak 60 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok ERACS dan Non ERACS masing-masing sebanyak 30 orang dengan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Man Whitney. Hasil penelitian: Terdapat perbedaan kejadian shivering pada pasien sectio caesarea dengan metode spinal anastesi ERACS dengan Non ERACS (pvalue = 0,035). Saran: Pasien Sectio caesarea disarankan dapat memilih metode spinal anastesi ERACS sehigga kejadian shivering dapat diminimalkan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien sectio caesarea dengan metode spinal anastesi ERACS tidak mengalami shivering, sementara pada kelompok Non ERACS juga didominasi oleh pasien yang tidak mengalami shivering, meskipun dalam proporsi lebih kecil.Selain itu, terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode dalam kejadian shivering pada pasien di RSUD Cilacap tahun 2025 (p = 0,035).
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap perbedaan kejadian shivering antara metode ERACS dan Non-ERACS, seperti analisis mendalam terhadap protokol pemantauan suhu dan pemberian obat-obatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas intervensi non-farmakologis tambahan, seperti penggunaan teknik relaksasi atau stimulasi saraf, dalam mencegah atau mengurangi shivering pada pasien sectio caesarea. Ketiga, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan dampak jangka panjang dari metode ERACS dan Non-ERACS terhadap kualitas pemulihan pasien, termasuk aspek nyeri, mobilitas, dan kepuasan pasien, guna memberikan bukti yang lebih kuat untuk mendukung implementasi protokol ERACS secara luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan pasien sectio caesarea.
- Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS): Analisis Berbasis Bukti | Prayanangga | JAI (Jurnal... ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/50022Enhanced Recovery After Cesarean Surgery ERACS Analisis Berbasis Bukti Prayanangga JAI Jurnal ejournal undip ac index php janesti article view 50022
- PERBEDAAN METODE KONVENSIONAL DAN ERACS DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CESAREA | Nisak... doi.org/10.26751/jikk.v14i1.1689PERBEDAAN METODE KONVENSIONAL DAN ERACS DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CESAREA Nisak doi 10 26751 jikk v14i1 1689
- The Advantage of Implementation of Enhanced Recovery After Surgery (ER | TCRM. advantage enhanced recovery... doi.org/10.2147/TCRM.S244039The Advantage of Implementation of Enhanced Recovery After Surgery ER TCRM advantage enhanced recovery doi 10 2147 TCRM S244039
- The Non-Pharmacological Management of Shivering Post-Spinal Anesthesia | Jurnal Komplikasi Anestesi.... journal.ugm.ac.id/v3/jka/article/view/12641The Non Pharmacological Management of Shivering Post Spinal Anesthesia Jurnal Komplikasi Anestesi journal ugm ac v3 jka article view 12641
| File size | 838.29 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSBUMSB World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 ada sekitar 1,2 miliar perempuan yang berusia di atas 50 tahun meningkat sekitar 3%. TujuanWorld Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 ada sekitar 1,2 miliar perempuan yang berusia di atas 50 tahun meningkat sekitar 3%. Tujuan
UMSBUMSB Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tentang perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remajaPenelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tentang perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja
UMSBUMSB Preeklampsia dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa dengan hemolisis yang meluas, peningkatan enzim hati, jumlah trombosit yang rendah, dan peningkatanPreeklampsia dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa dengan hemolisis yang meluas, peningkatan enzim hati, jumlah trombosit yang rendah, dan peningkatan
UMSBUMSB Hasil penelitian: Nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian pijat oksitosin mengalami penurunan dengan selisih nilai mean 4,40 nyeri persalinan sebelumHasil penelitian: Nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian pijat oksitosin mengalami penurunan dengan selisih nilai mean 4,40 nyeri persalinan sebelum
UMSBUMSB Pendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batasPendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batas
UMSBUMSB Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Posyandu Jorong Galanggang Tangah Selayo dengan populasi berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampelPopulasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Posyandu Jorong Galanggang Tangah Selayo dengan populasi berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel
UMSBUMSB Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar Visual Analog Scale. Analisa data menggunakan uji paired t test dan independen t test.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar Visual Analog Scale. Analisa data menggunakan uji paired t test dan independen t test.
UMSBUMSB Penyuluhan pengaturan pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap stunting dengan nilai mean 17,30. Diharapkan Puskesmas dapat menerapkanPenyuluhan pengaturan pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap stunting dengan nilai mean 17,30. Diharapkan Puskesmas dapat menerapkan
Useful /
UMSBUMSB Kanker ini disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Sekitar 490.000 wanita di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker servik dan 240.000Kanker ini disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Sekitar 490.000 wanita di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker servik dan 240.000
UMSBUMSB Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dariMetode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari
UMSBUMSB Studi ini menemukan bahwa sebagian besar (60,0%) pasien menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun, hampir separuh (45,0%) dari pemulihan pelayananStudi ini menemukan bahwa sebagian besar (60,0%) pasien menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Namun, hampir separuh (45,0%) dari pemulihan pelayanan
UMSBUMSB Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pengetahuan baik sebesar 91,7%, sedangkan ibu hamil dengan kecemasan sebesar 63,3%. Hasil analisisHasil analisis univariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pengetahuan baik sebesar 91,7%, sedangkan ibu hamil dengan kecemasan sebesar 63,3%. Hasil analisis