JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Di Kota Bandung, angka kematian ibu (AKI) mencapai 10/10.528 kelahiran hidup, dengan penyebab langsung kematian ibu meliputi infeksi 10% dan atonia uteri 15%, yang berkontribusi pada perdarahan postpartum. Salah satu upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah pemijatan oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uteri pada ibu postpartum pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan pre-test dan post-test nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri dari 30 ibu postpartum, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (15 orang) dan kelompok kontrol (15 orang). Pengumpulan data dilakukan secara accidental sampling dan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan terhadap involusi uteri antara sebelum dan sesudah pijat oksitosin (ρ value 0,001), serta perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan pijat oksitosin (ρ value 0,000 < 0,05). Pijat oksitosin terbukti dapat mencegah perdarahan dan dapat diaplikasikan di Rumah Bersalin Cuma Cuma Kota Bandung.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada involusi uteri antara kelompok yang diberikan pijat oksitosin dan kelompok kontrol.Pemberian pijat oksitosin terbukti berpengaruh terhadap involusi uteri pada ibu postpartum.Oleh karena itu, pijat oksitosin dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mempercepat proses involusi uteri dan mencegah perdarahan postpartum.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam karakteristik ibu postpartum, seperti usia, paritas, dan metode persalinan, untuk memperkuat generalisasi hasil penelitian. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas pijat oksitosin dengan metode lain dalam mempercepat involusi uteri, seperti pemberian oksitosin intravena atau mobilisasi dini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu postpartum terhadap pijat oksitosin, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan kepatuhan terhadap intervensi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran pijat oksitosin dalam perawatan postpartum dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

  1. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Postpartum di Rumah Bersalin Cuma Cuma Kota... doi.org/10.30994/jqwh.v3i2.75Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Postpartum di Rumah Bersalin Cuma Cuma Kota doi 10 30994 jqwh v3i2 75
Read online
File size187.12 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test