STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur, leksikon, dan makna budaya yang ditemukan dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Tiga informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan serangkaian kriteria. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera, panduan wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh prosedur dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa dan dua puluh tujuh leksikon dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa. Tujuh prosedur yang ditemukan dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa adalah ngelaibang, ngaku nyuwang/mepejati, ngengkeb, ngabe iyeh, mesuwaka, makruna, dan pejalan bebas/bebas pejalan. Selain itu, dua puluh tujuh leksikon yang ditemukan dalam upacara pernikahan ngerorod adalah ngelaibang, ngaku nyuwang/mepejati, kanti, ngengkeb, ngabe iyeh, pengenduh, mesuwaka, makruna/pakrunan, damar, base tampil, penyapadana, purusa, pradana, saang, gagapan, pretaksu, umah adat, pejalan bebas/bebas pejalan, duwase, base palpalan, tetempeh, saling sopin, kain pejekjek, sesangi, natab banten bale, bobok, dan ngabe saang.

Penelitian ini mengidentifikasi tujuh prosedur dan dua puluh tujuh leksikon dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa, Bali.Prosedur seperti *ngabe iyeh* dan *makruna/pakrunan* menunjukkan karakteristik unik upacara ini sebagai warisan leluhur.Keunikan prosedur dan leksikon dengan makna budaya yang berbeda dari daerah lain ini mendorong penelitian untuk melestarikannya agar budaya masyarakat Sidetapa tidak punah.

Melihat pentingnya pelestarian budaya dan kekayaan leksikon lokal seperti upacara ngerorod di Sidetapa, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, untuk mengatasi tantangan kurangnya perhatian generasi muda, studi selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi efektivitas platform atau media edukasi berbasis digital. Misalnya, sebuah penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana aplikasi seluler interaktif, video dokumenter yang menarik, atau bahkan pengalaman realitas virtual (VR) yang mensimulasikan upacara ngerorod dapat meningkatkan pemahaman dan minat kaum muda terhadap warisan budaya ini, serta apakah pendekatan ini mampu menjembatani kesenjangan pengetahuan antar generasi. Kedua, mengingat bahwa budaya bersifat dinamis, penelitian saat ini yang bersifat deskriptif dapat diperdalam dengan menganalisis dinamika perubahan. Studi komparatif historis dapat dilakukan untuk menelaah bagaimana prosedur dan leksikon upacara ngerorod di Sidetapa telah berevolusi dari masa ke masa. Pertanyaan penelitian dapat mencakup faktor-faktor sosial, ekonomi, atau bahkan pengaruh pariwisata yang mungkin memengaruhi adaptasi atau pelestarian tradisi ini. Misalnya, apakah ada leksikon yang telah punah atau muncul seiring waktu, dan bagaimana perubahan tersebut mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat Sidetapa? Ketiga, untuk memperluas pemahaman di luar lingkup deskriptif, penelitian lanjutan dapat menyelidiki implikasi sosial dan psikologis dari upacara ngerorod ini terhadap individu dan komunitas. Sebuah studi dapat mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pasangan yang menjalani ngerorod, serta dampaknya terhadap status sosial mereka di desa. Selain itu, perbandingan mendalam antara praktik ngerorod di Sidetapa dengan desa-desa adat lain di Bali yang memiliki tradisi serupa juga akan sangat berharga. Perbandingan ini dapat mengungkap variasi dalam interpretasi makna budaya leksikon dan prosedur, serta faktor-faktor lokal yang membentuk identitas unik setiap komunitas dalam menjalankan upacara pernikahan adat mereka.

  1. Implementasi Upacara Manusa Yadnya Dalam Naskah Dharma Kahuripan (Perspektif Teologi Hindu) | Mudra Jurnal... doi.org/10.31091/mudra.v34i3.796Implementasi Upacara Manusa Yadnya Dalam Naskah Dharma Kahuripan Perspektif Teologi Hindu Mudra Jurnal doi 10 31091 mudra v34i3 796
  2. Cultural Landscape and Ecotourism in Bali Island, Indonesia -Journal of Ecology and Environment | Korea... koreascience.or.kr/article/JAKO200911440577766.pageCultural Landscape and Ecotourism in Bali Island Indonesia Journal of Ecology and Environment Korea koreascience or kr article JAKO200911440577766 page
  3. The Cultural View of North Bali Community towards Ngidih Marriage Reflected from Its Lexicons | Budasi... doi.org/10.52462/jlls.107The Cultural View of North Bali Community towards Ngidih Marriage Reflected from Its Lexicons Budasi doi 10 52462 jlls 107
  4. Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali | Journal of... doi.org/10.36663/jolles.v2i1.661Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali Journal of doi 10 36663 jolles v2i1 661
Read online
File size162.67 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test