STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH

KebKeb

Stunting dan tuberkulosis (TB) merupakan dua masalah kesehatan anak yang saling berkaitan dan berdampak pada tumbuh kembang anak secara jangka panjang. Peran ibu sebagai pengasuh utama sangat penting dalam proses perawatan anak dengan kondisi ganda ini. Namun, pengalaman subjektif ibu dalam menghadapi tantangan tersebut masih jarang diteliti secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat anak dengan stunting dan tuberkulosis di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan terdiri dari delapan ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun dengan diagnosis stunting dan TB, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil analisis menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) reaksi emosional ibu saat menerima diagnosis, (2) strategi perawatan anak, (3) dukungan sosial yang diterima, (4) hambatan dalam proses perawatan, dan (5) makna serta harapan ibu terhadap kondisi anak. Ibu mengalami berbagai tekanan emosional dan sosial, namun tetap berusaha menjalankan perawatan dengan dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan.

Pengalaman ibu dalam merawat anak dengan stunting dan tuberkulosis merupakan proses yang kompleks dan emosional.Ibu menghadapi berbagai tantangan emosional, sosial, dan praktis, namun tetap berupaya merawat anak meski terkendala ekonomi dan stigma sosial.Dukungan dari keluarga, terutama pasangan, serta tenaga kesehatan sangat penting dalam membantu ibu menjalani perawatan dan menemukan makna positif dari pengalaman tersebut.

Pertama, perlu penelitian yang mengeksplorasi peran ayah dan anggota keluarga lainnya dalam perawatan anak stunting dan TB, untuk memahami bagaimana keterlibatan mereka dapat mengurangi beban ibu dan meningkatkan keberlanjutan perawatan. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang efektivitas program dukungan psikososial berbasis komunitas, seperti kelompok dukungan sebaya bagi ibu, untuk melihat apakah intervensi semacam ini dapat meningkatkan koping dan kepatuhan terhadap pengobatan. Ketiga, perlu penelitian lintas wilayah dengan pendekatan mixed-method untuk menggabungkan data kualitatif mendalam dengan data kuantitatif terkait prevalensi, faktor risiko, dan dampak intervensi, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis bukti kuat untuk menangani beban ganda stunting dan tuberkulosis pada anak di berbagai konteks daerah di Indonesia.

Read online
File size129.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test