UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik bedah laparoskopi dibandingkan dengan bedah konvensional pada pasien apendisitis akut di rumah sakit dengan pendekatan bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Teknik laparoskopi semakin banyak digunakan karena dianggap memberikan hasil klinis yang lebih baik, seperti waktu pemulihan yang lebih cepat, nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, dan masa rawat inap yang lebih singkat. Data bibliometrik diambil dari database Scopus dengan kata kunci laparoscopic appendectomy, conventional appendectomy, dan acute appendicitis untuk publikasi antara tahun 2015-2025. Analisis VOSviewer menunjukkan tren peningkatan penelitian pada teknik laparoskopi, dengan kata kunci yang paling sering muncul meliputi minimally invasive surgery, hospital stay, postoperative pain, dan surgical outcomes. Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa bedah laparoskopi memiliki keunggulan dibandingkan bedah konvensional dalam hal durasi rawat inap dan pemulihan pascaoperasi, meskipun masih terdapat kontroversi dalam hal biaya dan waktu operasi. Dengan demikian, teknik laparoskopi direkomendasikan sebagai pilihan utama dalam penanganan apendisitis akut, terutama di rumah sakit dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai. Penelitian ini juga menyoroti perlunya kajian lokal yang lebih kontekstual terhadap penerapan teknik ini di rumah sakit di Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis literatur dan bibliometrik, dapat disimpulkan bahwa teknik bedah laparoskopi terbukti lebih efektif dibandingkan bedah konvensional dalam penanganan pasien apendisitis akut, terutama dari aspek klinis seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, dan pemulihan yang lebih cepat.Analisis menggunakan VOSviewer juga menunjukkan bahwa tren penelitian global semakin mengarah pada penguatan bukti ilmiah terhadap keunggulan teknik laparoskopi, baik dari segi efektivitas maupun efisiensi layanan.Namun, keterbatasan infrastruktur dan keterampilan tenaga medis masih menjadi tantangan utama dalam implementasi teknik ini di berbagai rumah sakit, khususnya di negara berkembang.Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit dan instansi pendidikan kedokteran meningkatkan pelatihan dan investasi dalam teknologi bedah minimal invasif.Selain itu, pemerintah perlu mendorong kebijakan kesehatan yang mendukung pengembangan fasilitas bedah laparoskopi secara lebih merata agar pelayanan medis yang berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lokal yang lebih kontekstual terhadap penerapan teknik bedah laparoskopi di rumah sakit di Indonesia. Kajian ini dapat mencakup evaluasi efektivitas dan efisiensi teknik laparoskopi dalam konteks sistem pelayanan kesehatan Indonesia, termasuk aspek biaya, waktu operasi, dan ketersediaan sumber daya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam implementasi teknik laparoskopi di rumah sakit dengan fasilitas terbatas, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan bedah minimal invasif di seluruh lapisan masyarakat.
- Perbandingan Luaran Apendektomi Terbuka dan Apendektomi Laparoskopi pada Pasien Apendisitis di Asia |... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/msj/article/view/61595Perbandingan Luaran Apendektomi Terbuka dan Apendektomi Laparoskopi pada Pasien Apendisitis di Asia ejournal unsrat ac v3 index php msj article view 61595
- Efektivitas Teknik Bedah Laparoskopi Dibandingkan Bedah Konvensional pada Pasien Apendisitis Akut di... doi.org/10.57214/jka.v9i2.970Efektivitas Teknik Bedah Laparoskopi Dibandingkan Bedah Konvensional pada Pasien Apendisitis Akut di doi 10 57214 jka v9i2 970
- Bayesian network meta‑analysis of the effects of single‑incision laparoscopic surgery, conventional... doi.org/10.3892/etm.2017.5343Bayesian network metaAcanalysis of the effects of singleAcincision laparoscopic surgery conventional doi 10 3892 etm 2017 5343
| File size | 666.46 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSBUMSB Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi sebanyak 114 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total SamplingMetode Penelitian: Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi sebanyak 114 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling
UMSBUMSB Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tentang perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remajaPenelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tentang perilaku dan pola makan berisiko kanker payudara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja
UMSBUMSB Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Sampel dalamMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sistematik random sampling. Sampel dalam
UMSBUMSB Adapun hasil dependen t-test pijat oksitosin (p value 0,00) dan pijat endorphin (p value 0,00). Dan hasil independen t-test dengan p value 0,006. KesimpulanAdapun hasil dependen t-test pijat oksitosin (p value 0,00) dan pijat endorphin (p value 0,00). Dan hasil independen t-test dengan p value 0,006. Kesimpulan
UMSBUMSB Pendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batasPendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batas
UMSBUMSB Hasil penelitian: menunjukkan bahwa status gingiva ibu hamil di Posyandu Jorong Galanggang Tangah Selayo kriteria sehat 0%, peradangan ringan 56,9% (24Hasil penelitian: menunjukkan bahwa status gingiva ibu hamil di Posyandu Jorong Galanggang Tangah Selayo kriteria sehat 0%, peradangan ringan 56,9% (24
UMSBUMSB Hasil: hasil analisis univariat rata-rata nilai pretest diberikan ekstrak kayu manis pada kelompok intervensi yakni sebesar 4,82 dan nilai rata-rata posttestHasil: hasil analisis univariat rata-rata nilai pretest diberikan ekstrak kayu manis pada kelompok intervensi yakni sebesar 4,82 dan nilai rata-rata posttest
UMSBUMSB Penyuluhan pengaturan pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap stunting dengan nilai mean 17,30. Diharapkan Puskesmas dapat menerapkanPenyuluhan pengaturan pola makan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap stunting dengan nilai mean 17,30. Diharapkan Puskesmas dapat menerapkan
Useful /
UNIMMANUNIMMAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi yang ditelitiPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi yang diteliti
UMSBUMSB Dasar utama pelayanan kesehatan bidang preventif merupakan prioritas utama, dengan melakukan imunisasi terhadap seorang bayi atau balita tidak hanya memberikanDasar utama pelayanan kesehatan bidang preventif merupakan prioritas utama, dengan melakukan imunisasi terhadap seorang bayi atau balita tidak hanya memberikan
UMSBUMSB Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dariMetode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari
UMSBUMSB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan metode IVA Tes untuk deteksi dini kanker servik pada wanitaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan metode IVA Tes untuk deteksi dini kanker servik pada wanita