UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Pendahuluan: Interprofessional Education (IPE) berpotensi menjadi media kolaborasi antarprofesional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan keterampilan dasar antarprofesi dalam masa pendidikan untuk menghadapi interprofessional collaboration (IPC). Implementasi IPE membutuhkan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan hal tersebut. Pemberian informasi atau sosialisasi terkait IPE menjadi penting untuk memberi kesiapan kepada mahasiswa. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan desain one group pre and posttest. Sampel penelitian adalah 84 orang mahasiswa dari 4 jurusan (Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan Teknologi Laboratorium Medis) Poltekkes Kemenkes Kendari dengan masing-masing 21 orang setiap jurusan. Sampel diberikan sosialisasi dengan menggunakan modul dan dilakukan pengukuran kesiapan menggunakan kuesionel RIPLS. Hasil: uji Wilcoxon menunjukkan nilai p (0,001) < 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian sosialisasi terhadap kesiapan mahasiswa kesehatan dalam pembelajaran IPE. Kesimpulan dan saran: Kesiapan mahasiswa mengalami perubahan atau peningkatan setelah diberikan sosialisasi. Disarankan sosialisasi IPE dapat dijadikan sebagai agenda rutin pada mahasiswa baru agar mahasiswa kesehatan siap dalam IPC.

Penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa mengalami perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi pada keempat jurusan.Selain itu, terdapat peningkatan kesiapan IPE setelah sosialisasi, menandakan pengaruh positif intervensi tersebut terhadap kesiapan mahasiswa dalam pembelajaran IPE.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak jangka panjang sosialisasi IPE terhadap perilaku kolaboratif mahasiswa saat memasuki praktik klinis, sehingga dapat menilai keberlanjutan peningkatan kesiapan yang telah tercapai. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas berbagai metode sosialisasi, seperti modul cetak, pelatihan daring, dan simulasi interaktif, di berbagai institusi pendidikan kesehatan guna menentukan pendekatan paling optimal. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan IPE pada subkelompok mahasiswa, misalnya perbedaan gender, latar belakang budaya, atau jurusan studi, untuk mengidentifikasi kebutuhan khusus dan menyesuaikan strategi sosialisasi secara lebih tepat.

  1. The perceptions and readiness toward interprofessional education among female undergraduate health-care... doi.org/10.1589/jpts.28.1142The perceptions and readiness toward interprofessional education among female undergraduate health care doi 10 1589 jpts 28 1142
  2. Undergraduate Students’ Perceptions and Readiness: An Evaluation of Inter-Professional... doi.org/10.26803/ijlter.18.11.11Undergraduate StudentsyCE Perceptions and Readiness An Evaluation of Inter Professional doi 10 26803 ijlter 18 11 11
Read online
File size416.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test