JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penyebaran paham radikalisme di madrasah dengan menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan mencakup dua hal, yakni data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wawancara, observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa radikalisme masuk ke madrasah adalah melalui (1) aktivitas pembelajaran di kelas oleh guru, (2) melalui buku pelajaran yang diduga memuat konten intoleransi dan (3) lemahnya kebijakan kepala sekolah/yayasan dalam mencegah masuknya pengaruh radikalisme. Sedangkan strategi yang ditawarkan adalah menjadikan (1) Guru sebagai Role Mode penanaman sikap toleransi dan moderasi beragama bagi anak didik serta berwawasan kebangsaan dengan baik. (2) Pembelajaran Kritis. Praktik pembelajaran yang menarik, kreatif, berpikir kritis dan berpusat pada siswa. Guru harus mampu mendisain pembelajaran yang menggugah nalar siswa; pembelajaran kritis (critical thinking & critical pedagogy) dan problem based learning. (3) Pembinaan Guru, Kementrian Agama telah menyusun modul yang akan diperuntukkan bagi pembinaan guru dan tenaga pendidikan di lingkungan madrasah.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa radikalisme masuk ke madrasah adalah melalui (1) aktivitas pembelajaran di kelas oleh guru, (2) melalui buku pelajaran yang diduga memuat konten intoleransi dan (3) lemahnya kebijakan kepala sekolah/yayasan dalam mencegah masuknya pengaruh radikalisme.Sedangkan strategi yang ditawarkan adalah menjadikan (1) Guru sebagai Role Mode penanaman sikap toleransi dan moderasi beragama bagi anak didik, Pendidik yang tak lepas dari misi kebangsaan.Semua guru mata pelajaran harus diberikan wawasan kebangsaan yang baik terutama guru agama.Praktik pembelajaran yang menarik, kreatif, berpikir kritis dan berpusat pada siswa seperti pembelajaran kritis (critical thinking & critical pedagogy) dan problem based learning.(3) Pembinaan Guru, Kementrian Agama telah menyusun modul yang akan diperuntukkan bagi pembinaan guru dan tenaga pendidikan di lingkungan madrasah.(4) Pembelajaran Anti radikalisme, Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) Kemdikbud membuat “model pembelajaran bermuatan pencegahan radikalisme, intoleransi dan terorisme.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan strategi pembelajaran kritis yang berpusat pada siswa, terutama di madrasah, untuk mendorong pemikiran kritis dan kreatif serta menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama. 2. Melakukan penelitian lebih mendalam tentang peran guru dalam menangkal radikalisme, termasuk strategi pembinaan guru dan pengembangan kompetensi mereka dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi. 3. Menganalisis dan merevisi konten buku pelajaran agama, terutama dalam hal penyajian konsep-konsep sensitif seperti kafir, musyrik, dan munafik, untuk memastikan bahwa materi tersebut disajikan secara dialogis dan tidak memicu intoleransi. 4. Meneliti lebih lanjut tentang pengaruh dan intervensi alumni dalam kegiatan kesiswaan di sekolah, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mencegah masuknya pengaruh radikalisme melalui jalur ini.

Read online
File size315.66 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test