UNTAG SMDUNTAG SMD

PROSIDING PARADE ILMIAH PSIKOLOGI UNTAG SAMARINDA (PAIS UNDA)PROSIDING PARADE ILMIAH PSIKOLOGI UNTAG SAMARINDA (PAIS UNDA)

Bimbingan klasikal adalah strategi layanan yang diberikan oleh guru BK secara terjadwal kepada seluruh peserta didik untuk mencapai perkembangan optimal. Untuk mencapai hal ini, guru BK perlu mengetahui persepsi peserta didik terhadap layanan yang diberikan, karena persepsi peserta didik merupakan proses menerima layanan dari guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Muara Bengkal, berjumlah 225 orang, dengan sampel sebanyak 122 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket (kuesioner) menggunakan skala Likert, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berada pada kategori sedang atau bermanfaat (66%). Indikator dominan tertinggi adalah peserta didik mendapatkan informasi bermanfaat dari layanan bimbingan klasikal berbasis media online (40%), karena guru BK selalu memberikan materi yang berbeda. Indikator terendah adalah peserta didik mampu menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online (62%), karena guru BK belum memberikan materi terkait sikap asertif. Kesimpulannya, persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal berbasis media online di SMA Negeri 1 Muara Bengkal berada pada kategori sedang atau bermanfaat.

Artinya, stimulus yang diberikan berupa tujuan, fungsi, dan manfaat bimbingan klasikal berbasis media online bermanfaat bagi sebagian besar peserta didik.Meskipun demikian, terdapat persepsi peserta didik yang rendah pada indikator kemampuan menumbuhkan sikap asertif melalui layanan bimbingan klasikal berbasis media online, karena guru bimbingan dan konseling belum memberikan materi terkait sikap asertif selama pemberian layanan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis media online. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi persepsi peserta didik terhadap layanan bimbingan klasikal berbasis media online, seperti kualitas materi, metode penyampaian, dan interaksi antara guru BK dan peserta didik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan pengujian model layanan bimbingan klasikal berbasis media online yang lebih efektif dalam menumbuhkan sikap asertif pada peserta didik, misalnya dengan mengintegrasikan teknik-teknik konseling kelompok atau simulasi peran. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis media online dengan layanan tatap muka dalam mencapai tujuan bimbingan dan konseling, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan konteks sekolah yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya dalam era digital ini, serta membantu peserta didik mengembangkan potensi diri secara optimal.

Read online
File size437.68 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test