YCNYCN

GUIDELINE: JURNAL BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI PENDIDIKANGUIDELINE: JURNAL BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena frekuensi penggunaan smartphone yang mengakibatkan munculnya nomophobia pada siswa, khususnya siswa SMA yang cenderung mengalami kecemasan ketika jauh dan tidak dapat berinteraksi dengan smartphone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Subjek penelitian ini berjumlah 8 orang siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala nomophobia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data analisis secara deskriptif melalui perhitungan rata-rata skor, perhitungan N-Gain, serta uji hipotesis dengan paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor nomophobia dari rata-rata pre-test sebesar 114,75 menjadi rata-rata post-test sebesar 68,5. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar - 0,5013550136 yang termasuk dalam kategori rendah. Uji paired sample t-test juga menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 dimana kecil dari 0,05 yang artinya hipotesis alternatif diterima. Hal ini menunjukkan bahwa konseling kelompok pendekatan cognitive behaviour berpengaruh signifikan dalam mereduksi nomophobia pada siswa.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis, konseling kelompok dengan pendekatan cognitive behaviour terbukti berpengaruh signifikan dalam mereduksi nomophobia siswa kelas XI F8 SMA Negeri 2 Padang Panjang.Layanan konseling ini efektif mengubah pola pikir irasional menjadi rasional dan perilaku maladaptif menjadi adaptif.Penelitian ini merekomendasikan guru BK untuk lebih intensif memberikan layanan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa, membatasi penggunaan smartphone di lingkungan belajar, dan siswa untuk mengontrol penggunaan smartphone serta mengutamakan interaksi sosial langsung.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan sampel dan memperpanjang durasi intervensi untuk menguji efektivitas konseling kelompok pendekatan cognitive behaviour secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap nomophobia, seperti pengaruh teman sebaya, tekanan sosial, atau karakteristik kepribadian, untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih personal dan efektif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi dalam konseling kelompok, misalnya melalui aplikasi atau platform online, untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan konseling bagi siswa yang mengalami nomophobia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena nomophobia dan berkontribusi pada pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang lebih berkualitas di sekolah.

  1. DAMPAK GADGET TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI SDIT MADANI ISLAMIC SCHOOL PAYAKUMBUH | Nelfi... journal.ummat.ac.id/index.php/ibtidaiy/article/view/12291DAMPAK GADGET TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI SDIT MADANI ISLAMIC SCHOOL PAYAKUMBUH Nelfi journal ummat ac index php ibtidaiy article view 12291
  2. Psychological Predictors of Problem Mobile Phone Use - Adriana Bianchi, James G. Phillips, 2005. predictors... doi.org/10.1089/CPB.2005.8.39Psychological Predictors of Problem Mobile Phone Use Adriana Bianchi James G Phillips 2005 predictors doi 10 1089 CPB 2005 8 39
  3. Интеграция образования - 02. Sari A.I., Suryani N., Rochsantiningsih D., Suharno... doi.org/10.15507/1991-9468.098.024.202001.020-031oCAAIa Aa 02 Sari A I Suryani N Rochsantiningsih D Suharno doi 10 15507 1991 9468 098 024 202001 020 031
Read online
File size278.2 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test