DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Penelitian ini menganalisis konflik yurisdiksi antara Pos Bantuan Hukum dan Pengadilan Negeri dalam penyelesaian sengketa internal di Desa Rano Jaya berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 88/PUU-X/2012. Isu latar belakangnya adalah ketidakjelasan batas wewenang Posbakum yang memicu tumpang tindih dengan Pengadilan Negeri, mengancam kepastian hukum bagi warga desa. Penelitian bertujuan untuk mengkaji batas yurisdiksi kedua lembaga tersebut melalui pendekatan yuridis normatif menggunakan metode statute, case, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan Posbakum dibatasi pada peran asistensi dalam konsultasi dan pembelaan pidana ringan sesuai Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2014, sementara Pengadilan Negeri memiliki yurisdiksi eksklusif atas interpretasi norma desa, pelanggaran adat, dan eksekusi aset. Kesimpulannya merekomendasikan revisi regulasi untuk harmonisasi wewenang, standardisasi koordinasi, dan pencegahan forum shopping untuk mencapai akses keadilan proporsional bagi warga desa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa wewenang Pos Bantuan Hukum (Posbakum) dan Pengadilan Negeri dalam penyelesaian sengketa internal di Desa Rano Jaya, sebagaimana ditegaskan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No.88/PUU-X/2012, dibatasi pada peran asistensi, bukan adjudikatif, bagi Posbakum yang terbatas pada konsultasi dan pembelaan pidana ringan sesuai PERMA No.Sementara itu, Pengadilan Negeri tetap memiliki yurisdiksi eksklusif atas penentuan substantif pelanggaran adat, eksekusi aset, dan interpretasi norma.Intervensi Posbakum tanpa koordinasi pengadilan atau persetujuan pejabat terkait merupakan tindakan ultra vires yang mengancam kepastian hukum.Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi untuk mencegah forum shopping dan memastikan akses keadilan yang proporsional bagi warga desa.

Berdasarkan analisis terhadap penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas koordinasi antara Posbakum dan Pengadilan Negeri dalam praktik di berbagai daerah di Indonesia, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan koordinasi tersebut. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman warga desa terkait dengan penggunaan Posbakum dalam menyelesaikan sengketa internal, serta dampaknya terhadap akses keadilan dan kepastian hukum. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan model Posbakum di Indonesia dengan model penyediaan bantuan hukum di negara lain, dengan tujuan untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas Posbakum di Indonesia. Pengembangan penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat, khususnya dalam konteks penyelesaian sengketa internal di desa.

  1. Jurnal Hukum dan Peradilan. pengakuan non advokat pemberian bantuan politik peraturan perundang undangan... doi.org/10.25216/JHP.6.3.2017.399-420Jurnal Hukum dan Peradilan pengakuan non advokat pemberian bantuan politik peraturan perundang undangan doi 10 25216 JHP 6 3 2017 399 420
  2. Tantangan Disharmonisasi Regulasi dalam Pengelolaan Tanah Kas Desa | Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum... journal.lpkd.or.id/index.php/Humif/article/view/2188Tantangan Disharmonisasi Regulasi dalam Pengelolaan Tanah Kas Desa Hukum Inovatif Jurnal Ilmu Hukum journal lpkd index php Humif article view 2188
Read online
File size341.2 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test