DINASTIRESDINASTIRES
Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and HumanitiesAkses Perempuan Nelayan Terhadap Sumber Daya Ekonomi Dari Perspektif Kesetaraan Gender Dan Keadilan Hukum membahas marjinalisasi sistemik terhadap perempuan nelayan meskipun mereka berkontribusi besar dalam sektor perikanan melalui pekerjaan pascapanen, industri skala kecil, bahkan aktivitas melaut langsung. Keterlibatan mereka tidak diakui secara hukum sehingga membatasi akses terhadap sumber daya ekonomi, layanan kesehatan, pinjaman nelayan, dan perlindungan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana norma budaya patriarki dan asimetri informasi memarginalkan perempuan dari pengakuan sebagai nelayan, membatasi akses mereka, serta bagaimana definisi hukum yang eksklusif terhadap istilah nelayan secara sistemik membatasi partisipasi ekonomi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan analisis perundang-undangan dan penelitian hukum sosiologis (yuridis sosiologis) untuk menemukan dan mengidentifikasi hubungan antara konsep hukum abstrak dengan realitas sosial, dengan meninjau produk hukum yang tidak responsif gender, praktik budaya yang memperkuat ketimpangan, regulasi diskriminatif, tradisi patriarkal, serta akses informasi yang terbatas yang secara kolektif menghambat partisipasi ekonomi perempuan. Pencapaian kesetaraan gender di kawasan pesisir memerlukan reformasi dalam pengakuan hukum, pendidikan, dan implementasi kebijakan agar hak perempuan sebagai nelayan dapat ditegakkan, sehingga mendorong keadilan sosial dan pembangunan maritim yang inklusif.
Perempuan nelayan di komunitas pesisir Indonesia memainkan peran penting dalam mempertahankan perekonomian rumah tangga, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lokal, namun kontribusi mereka tetap diremehkan dan tak terlihat dalam kerangka hukum dan kebijakan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa rumusan hukum yang bersifat netral gender, seperti dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, tidak cukup untuk mengakomodasi ketimpangan struktural akibat sistem budaya tradisional dan patriarki.Untuk mewujudkan keadilan gender yang sesungguhnya, diperlukan pergeseran dari kesetaraan formal menuju kesetaraan substantif melalui implementasi hukum dan kebijakan yang responsif gender serta pengakuan aktif terhadap realitas dan hambatan yang dihadapi perempuan.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana redefinisi hukum mengenai nelayan yang inklusif gender dapat diterapkan secara efektif di tingkat lokal, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa, dengan mempertimbangkan praktik budaya setempat dan respons masyarakat terhadap perubahan kebijakan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan dan pendidikan vokasional berbasis gender yang dapat meningkatkan kapasitas perempuan nelayan dalam sektor pengolahan ikan, pemasaran, dan manajemen keuangan, serta mengukur dampaknya terhadap kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Ketiga, diperlukan studi mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap beban ganda perempuan nelayan—baik dalam peran ekonomi maupun domestik—serta strategi adaptasi komunitas yang berpihak pada perempuan, agar kebijakan pembangunan pesisir menjadi lebih adil dan tangguh secara sosial.
- MEKANISME ADAPTASI EKONOMI BERBASIS GENDER PADA MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN PABIRINGAN, KECAMATAN BINAMU... journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/13249MEKANISME ADAPTASI EKONOMI BERBASIS GENDER PADA MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN PABIRINGAN KECAMATAN BINAMU journal unhas ac index php SENSISTEK article view 13249
- Vol. 6 No. 2 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities | Journal of Law, Politic and Humanities.... doi.org/10.38035/jlph.v6i2Vol 6 No 2 2025 JLPH Journal of Law Politic and Humanities Journal of Law Politic and Humanities doi 10 38035 jlph v6i2
| File size | 301.54 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
LIFESCIFILIFESCIFI Ketimpangan gender dapat memicu ketidakadilan, di mana satu gender mengalami kerugian. Bentuk ketidakadilan gender ini sering muncul melalui stereotip,Ketimpangan gender dapat memicu ketidakadilan, di mana satu gender mengalami kerugian. Bentuk ketidakadilan gender ini sering muncul melalui stereotip,
UNUDUNUD Harapan terhadap bayi perempuan cenderung terbatas pada peran domestik seperti membantu ibu dan menjadi penyangga keluarga, yang mencerminkan ketimpanganHarapan terhadap bayi perempuan cenderung terbatas pada peran domestik seperti membantu ibu dan menjadi penyangga keluarga, yang mencerminkan ketimpangan
UNUDUNUD There are two advertisements that use the word Jaen metaphorically, such as an expression for orgasmic activity in sexual intercourse, which is contextuallyThere are two advertisements that use the word Jaen metaphorically, such as an expression for orgasmic activity in sexual intercourse, which is contextually
UNUDUNUD Artikel ini bertujuan menggambarkan bentuk, fungsi, dan makna tinggalan arkeologi dalam bentuk seni arca, di daerah Bali. Data bersumber dari tinggalan-tinggalanArtikel ini bertujuan menggambarkan bentuk, fungsi, dan makna tinggalan arkeologi dalam bentuk seni arca, di daerah Bali. Data bersumber dari tinggalan-tinggalan
UNUDUNUD Melaksanakan upacara ngaben di krematorium merupakan fenomena relatif baru di Bali, dipelopori oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, yang membangun KrematoriumMelaksanakan upacara ngaben di krematorium merupakan fenomena relatif baru di Bali, dipelopori oleh Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, yang membangun Krematorium
UNUDUNUD Etika kepemimpinan dalam Nava Natya yang dibahas dalam teks Śivāgama mengajarkan pelayanan kepada orang lain dalam kerangka sistem pemerintahan kerajaan.Etika kepemimpinan dalam Nava Natya yang dibahas dalam teks Śivāgama mengajarkan pelayanan kepada orang lain dalam kerangka sistem pemerintahan kerajaan.
UNUDUNUD Verba ngalap dan nambunang memiliki makna asali melakukan yang berpolisemi dengan berpindah, memiliki eksponen X melakukan sesuatu terhadap Y, Y berpindah.Verba ngalap dan nambunang memiliki makna asali melakukan yang berpolisemi dengan berpindah, memiliki eksponen X melakukan sesuatu terhadap Y, Y berpindah.
UNUDUNUD Eksistensi budaya Bali di Kelurahan Tangkiling tidak terlepas dari kemampuan masyarakat Bali dan etnik lokal dalam menerima perbedaan adat dan budaya sertaEksistensi budaya Bali di Kelurahan Tangkiling tidak terlepas dari kemampuan masyarakat Bali dan etnik lokal dalam menerima perbedaan adat dan budaya serta
Useful /
DINASTIRESDINASTIRES However, the policy does not fully meet the elements of necessity and proportionality in the strict sense, as it is not always the least restrictive orHowever, the policy does not fully meet the elements of necessity and proportionality in the strict sense, as it is not always the least restrictive or
DINASTIRESDINASTIRES Implikasi adalah keputusan yang dibuat melalui musyawarah keluarga adat, yang disepakati bersama, kekurangan kekuatan bukti hukum nasional. Akibatnya,Implikasi adalah keputusan yang dibuat melalui musyawarah keluarga adat, yang disepakati bersama, kekurangan kekuatan bukti hukum nasional. Akibatnya,
DINASTIRESDINASTIRES Dengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris, penelitian ini menganalisis kelemahan mendasar dalam kerangka kebijakan perizinan pertambangan yang belumDengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris, penelitian ini menganalisis kelemahan mendasar dalam kerangka kebijakan perizinan pertambangan yang belum
UNEJUNEJ Amandemen mendasar menciptakan hak dan kesempatan yang setara bagi kelompok disabilitas. Kelompok disabilitas dalam konteks ini adalah orang yang memilikiAmandemen mendasar menciptakan hak dan kesempatan yang setara bagi kelompok disabilitas. Kelompok disabilitas dalam konteks ini adalah orang yang memiliki